Di Rusia, Lumba-Lumba Ini Dijadikan Bagian Dari Prajurit Militer

511
Jenis Lumba-lumba botol yang menjadi bagian dari militer Rusia (Google.com)

Acehraya.co.id – Kementerian Pertahanan Rusia berencana untuk “merekrut” lima ekor lumba-lumba hidung botol dalam program mamalia untuk militer di Semenanjung Crimea.

Demikian disebutkan dalam dokumen belanja negara yang dipublikasikan lewat situs milik pemerintah.

Berdasarkan pengumuman tender yang dipublikasikan situsgoszakupok.ru, pemerintah menyebut lumba-lumba yang diinginkan berusia antara 3-5 tahun dengan panjang tubuh 2,3-2,7 meter.

Kementerian pertahanan bersedia membayar setiap ekor lumba-lumba itu dengan harga 350.000 rubel atau sekitar Rp 65 juta.

Pada 1 Agustus mendatang, kelima lumba-lumba hidung botol ini harus sudah dibawa ke pangkalan AL Rusia di Sevastopol, semenanjung Crimea.

Sebenarnya unit lumba-lumba pembunuh milik Rusia sudah ada sejak masa Perang Dingin. Saat itu para ilmuwan Uni Soviet melatih berbagai jenis mamalia untuk mencari ranjau darat, menyelamatkan penyelam dan isunya, untuk membunuh pasukan katak musuh.

Setelah Uni Soviet runtuh, program yang dipusatkan di Crimea itu diwariskan ke Ukraina. Sedangkan Rusia mengembangkan proyek serupa di Murmanks.

Tanpa adanya musuh utama di dunia, kedua progam ini, baik di Sevastopol atau Murmanks, mengalami masa-masa suram.

Pada 2000, sang pelatih hewan, Boris Zhurid dikabarkan menjual 27 hewan yang sudah dilatih itu ke Iran.

Situasi itu berubah ketika Rusia menganeksasi Semenanjung Crimea pada 2014 sekaligus menyita aset AL Ukraina termasuk sejumlah lumba-lumba di dalamnya.

Pemerintah Rusia menjanjikan akan kembali mengucurkan dana untuk program pengembangan mamalia air itu.

Sejauh ini tidak diperole h informasi apakah kelima lumba-lumba itu merupakan penambahan dari unit yang sudah ada atau sebagai pengganti para lumba-lumba veteran.

Negara lain yang melatih lumba-lumba untuk kepentingan militer adalah Amerika Serikat. Pelatihan ini digelar di San Diego, California. [kompas.com]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY