Pemkab Aceh Tengah Dukung Gerakan Earth Hour 2016

322

Acehraya.co.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mendukung kegiatan Earth Hour yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 19 Maret 2016

Kabid Penaatan dan Standardisasi Lingkungan BLHKP Aceh Tengah, Zulpan Diara Gayo mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat

“Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk mematikan lampu dan listrik tidak terpakai selama satu jam mulai pukul 20.00 WIB sampai 21.00 WIB pada tanggal 19 Maret 2016,” kata Zulpan.

Earth Hour merupakan kampanye dari lembaga World Wide Fund (WWF) untuk menjaga kelestarian lingkungan. Bentuk dukungan Aceh Tengah sendiri sangat erat kaitannya dengan komoditas kopi arabica Gayo dan hasil pertanian lainnya yang membutuhkan keasrian lingkungan tetap terjaga

Menurut Zulfan, komoditas kopi arabica Gayo juga dipengaruhi oleh suhu bumi, dengan kata lain pemanasan global akan berbanding terbalik dengan produktivitas dan kualitas kopi

“Sebanyak 80 persen penduduk Aceh Tengah bergantung di sektor Kopi, karena itu kesadaran masyarakat terhadap Earth Hour terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Zulfan

Lebih rinci, untuk Zulfan mengatakan sebagai bentuk dukungan terhadap Earth Hour, pihaknya akan menindaklanjuti dengan kegiatan penghijauan dan himbauan terus-menerus kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan.

Seperti diketahui Earth Hour di Indonesia pertama kali dilakukan di 2009. Tercatat hingga tahun ini kota-kota yang berpartisipasi antara lain Aceh, Padang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Kota-kota seperti Malang, Kota Baru, Sidoarjo, Kediri, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Palu, dan Makassar juga ikut serta.

Kegiatan yang dicetuskan WWF dan Leo Burnett ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007. Saat itu, 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi. Gerakan ini akhirnya berkembang dari satu kota menjadi 7.000 kota, dan dari satu negara menjadi 172 negara hingga menjadi kampanye lingkungan hidup global terbesar. []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY