Ini Kondisi Terakhir Setelah Belgia Diguncang Dua Ledakan

388
Bom di Bandara Zaventem, Brussels, Belgia membuat sejumlah negara Eropa mengetatkan penjagaan (Daily mail)

Acehraya.co.id – Petugas berwenang hari ini mengatakan telah terjadi dua ledakan di zona check-in di Bandara Brussels. Insiden ini menewaskan dan melukai beberapa orang.

Stasiun televisi NBC News melaporkan, Selasa (22/3), polisi mengatakan satu orang tewas dan puluhan lainnya luka. Sedangkan dari sumber yang belum terkonfirmasi mengatakan sebelas orang tewas.

“Ada ledakan. Ada beberapa orang tewas dan luka tapi kami belum tahu berapa banyak,” kata juru bicara polisi.

Saksi mengatakan getaran akibat ledakan itu sangat terasa. Sejumlah laporan juga menyebutkan terdengar teriakan dalam bahasa Arab sebelum dua ledakan terjadi. Dan terdengar pula bunyi tembakan.

Cuplikan video memperlihatkan orang-orang sontak berlarian panik menyelamatkan diri keluar dari terminal bandara setelah ledakan berdentum.

Sejumlah foto di dalam aula kedatangan penumpang memperlihatkan lantai bandara berantakan dipenuhi atap gedung yang berjatuhan. Kaca-kaca gedung bandara juga pecah.

Lokasi ledakan Ibu Kota Belgia dekat dengan KBRI

Polisi Belgia buru teroris di Brussel. ©REUTERS
Polisi Belgia buru teroris di Brussel. ©REUTERS

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, dua lokasi ledakan di Belgia berada tidak jauh dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Brussel.

“Pada Selasa , 22 Maret sekitar pukul 03.00 waktu setempat telah terjadi dua ledakan di main departure hall di Bandara Zaventem, jaraknya sekitar 10 km dari KBRI atau 15 menit dengan kendaraan. Pasca ledakan, dilaporkan pula ada ledakan lainnya di metro station Maalbeek, tidak jauh dari kawasan Komisi Eropa dan Parlemen Eropa, yang jaraknya 6,5 km dari KBRI Brussel,” kata pria akrab disapa Iqbal kepada merdeka.com, Selasa (22/3).

Iqbal mengatakan, pemerintah Belgia sendiri telah menetapkan status Siaga 4 (paling berbahaya) untuk keamanan kota.

Sementara itu, hingga kini, KBRI sendiri belum menerima laporan adanya WNI jadi korban ledakan tersebut. Padahal berdasarkan data Kemlu, terdapat sekitar 1.630 WNI di Brussel dan Luxemburg.

“Hingga kini tidak ada WNI jadi korban peristiwa tersebut. KBRI Brussel akan terus melakukan penelusuran dan mengamati perkembangannya. Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data Kemlu terdapat sekitar 1.630 WNI di Brussel dan Luxemburg,” lanjut dia.

Sejauh ini dinyatakan belasan orang tewas serta puluhan lainnya terluka akibat insiden ledakan tersebut. Sejumlah saksi menyebutkan ledakan terjadi di dekat konter American Airline di bagian keberangkatan.

Saksi juga sebut beberapa saat sebelum kejadian, sempat terdengar letupan senjata api dan sejumlah teriakan dalam bahasa Arab. Otoritas bandara dan stasiun telah mengamankan lokasi dan mendirikan crisis center.

Netizen Belgia galang aksi solidaritas lewat tagar #openhouse

Setidaknya tiga ledakan mengguncang Brussel, Belgia, pagi hari ini waktu setempat, membuat kota tersebut lumpuh seketika. Dua ledakan di Bandara Zaventem dan satu di Stasiun Metro Meelbeek.

Seperti diberitakan laman Telegraph.co.uk, 21 orang tewas dengan 35 orang lain luka-luka. Publik netizen yang ikut berduka, berlomba menyuarakan aksinya melalui tagar #openhouse di media sosial Twitter.

Pantauan merdeka.com, tagar ini menyerukan aksi solidaritas kepada mereka yang membutuhkan bantuan, seperti tempat bernaung sementara usai insiden, mengingat banyak dari mereka yang harus menunda jadwal terbang akibat pihak otoritas menutup akses bandara untuk investigasi lanjutan.

Pemerintah setempat segera menyatakan kondisi darurat dan siaga satu. Seluruh transportasi publik dinyatakan ditutup. Perdana Menteri Charles Michel mengimbau warga tetap di tempat masing-masing dan tidak keluar rumah.

Indonesia kutuk aksi teror di Belgia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam keras aksi teror yang terjadi di dua tempat publik di Ibu Kota Brussel, Belgia. Insiden bom bunuh diri tersebut telah menyebabkan belasan korban tewas maupun luka-luka.

“Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita yang mendalam kepada rakyat dan pemerintah Belgia, khususnya kepada korban dan keluarga korban,” ucap Menlu Retno dalam keterangan resmi yang diterima merdeka.com, Selasa (22/3).

KBRI Brussels melaporkan bahwa dua ledakan telah terjadi di bandara internasional Brussels serta satu ledakan di stasiun metro yang telah menyebabkan setidaknya 13 orang tewas dan puluhan orang luka-luka. Hingga saat ini tidak diterima laporan adanya WNI yang menjadi korban dalam serangan teror tersebut.

KBRI Brussels sendiri terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan rumah sakit di Brussel untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai kemungkinan WNI yang menjadi korban. KBRI Brussels juga terus berkomunikasi dengan berbagai komunitas Indonesia di Belgia dan mengimbau WNI di Belgia untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari wilayah-wilayah yang dapat menjadi target.

Berdasarkan data KBRI Brussels, saat ini terdapat 1.200 WNI di Belgia, di mana sekitar 400 orang WNI berada di daerah Brussels dan terdiri dari mahasiswa dan pekerja profesional.

Menlu Retno mengatakan, aksi terorisme atau kekerasan dalam bentuk dan untuk alasan apapun tidak dapat ditoleransi. Pemerintah Indonesia mengajak komunitas internasional untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi radikalisme dan melawan terorisme.

Bagi warga negara Indonesia yang memerlukan informasi dapat menghubungi hotline KBRI Brussel di nomor : +32 478957214 atau +32 478405728. [Berbagai sumber]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY