Bendera Bulan Bintang Berkibar Di Tanah Suci

648
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Aceh Utara, Tengku Zulkarnaini Hamzah, disebut telah mengibarkan bendera bulan sabit-bintang di Arab Saudi. (@Facebook)

Acehraya.co.id – Krue Seumangat, Panglima Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA/PA), Tengku Zulkarnaini bin Hamzah yang juga Ketua Mua’limin Aceh secara langsung mengibarkan bendera Aceh berlambang bulan bintang di Tanah Suci Arab Saudi, tepatnya di kawasan perbukitan Jabal Rahmah.

Pria yang akrab disapa Tengku Ni ini mengaku merasa terpanggil membentangkan bendera tersebut di kawasan itu dalam kesempatan umrah dengan harapan semoga Allah dapat memberi kepercayaan antara Indonesia dan Aceh dalam menjaga perdamaian bersama agar lebih utuh di masa depan.

“Saya merasa terpanggil. Hasil wawancara dengan salah satu sumber di Saudi Arabia yang menanyakan tentang butir-butir MoU Helsinki, bahwa intinya mereka sangat bangga dengan qanun bendera, lambang dan wali nanggroe yang telah disahkan parlemen,” ujar Tengku Ni kemarin.

Dalam kesempatan itu, Tengku Ni juga mengaku menjawab bahwa bendera Aceh sudah patut sekali di kibarkan bukan hanya di Aceh, namun juga di luar negeri. Di mana saja ada bendera Indonesia, menurutnya di situ juga harus ada bendera Aceh.

“Karena Indonesia sudah damai dengan Aceh sejak 15 Agustus 2005. Ini hanya untuk mengambil hikmah untuk saya paparkan di tanah suci sebagai tanda damai, sebagaimana tanah haram Makkah yang penuh kasih sayang di bawah pimpinan Saiyidina Rasulullah SAW,” tuturnya.

Dengan demikian, Tengku Ni menjelaskan bahwa tak ada perkara di antara kita semua sesama muslim sedunia.

Partai Aceh Minta Bendera Bulan Sabit-Bintang Tak Dipermasalahkan

Juru bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman Laweung meminta agar Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, mengintruksikan pengibaran bendera bulan sabit bintang ke seluruh daerah di Aceh.

Suadi juga meminta agar Pemerintah Indonesia menghormati keberagaman yang dimiliki bangsa.

“Kita minta jangan dipersoalkan lagi bendera itu. Pusat harus segera mengintruksikan pengibaran itu, begitu juga Pemerintah Aceh,” sebut pria yang akrab disapa Adi Laweung kepada Kompas.com, Selasa (22/3/2016).

Persoalan bendera kembali mencuat setelah Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Aceh Utara Tgk Zulkarnaini Hamzah dilaporkan mengibarkan bendera bulan sabit bintang di Arab Saudi.

Kabar pengibaran dan foto-foto pengibaran bendera itu tersebar ke seluruh jejaring sosial. Terlihat pria yang akrab disapa Tgk Ni ini terlihat memegang bendera dan mengibarkan bendera itu saat umrah ke tanah suci.

Dia menyebutkan tidak ada regulasi yang dilanggar dalam pengibaran bendera itu.

“Jadi jangan diperdebatkan lagi. Bendera itu sudah sah,” kata Suadi.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia belum mengakui bendera itu. Pasalnya dinilai mirip bendera separatis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY