Indonesia Siap Kirimkan Pasukan Perdamaian Untuk Azerbaijan-Armenia Jika Diminta PBB

812
Kontingen Pasukan Garuda di Lebanon. ©2014 Acehraya.co.id/Puspen TNI

Acehraya.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mendukung upaya perdamaian di berbagai pelosok dunia. Salah satunya perdamaian antara dua negara pecahan Uni Soviet yang sedang berseteru, Azerbaijan dan Armenia.

“Indonesia selalu mendukung upaya perdamaian di berbagai pelosok dunia,” ujar juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, saat ditemui di Gedung Pancasila Kemlu, Jumat (8/4).

Sebelumnya, Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Tamerlan Qarayev meminta Indonesia ikut mendukung perdamaian di negaranya, mengingat Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia. Dia juga mengatakan Indonesia sebagai negara dengan peace keeper yang berpengalaman.

“Saya yakin Indonesia bisa mengirimkan pasukan perdamaian di sini. Indonesia sudah berpengalaman menjadi penengah dua negara berseteru,” kata Qarayev pagi tadi.

Menanggapi hal ini, jubir Kemlu akrab disapa Tata ini mengatakan pengiriman peace keeper Indonesia berada di bawah payung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Terkait pengiriman peace keeper, Indonesia selalu melakukan hal tersebut dalam rangka payung PBB, sehingga apapun yang dilakukan Indonesia selalu dalam kerangka PBB,” serunya.

“Bila ada keinginan dari suatu negara untuk pengiriman peace keeper di kawasannya, harus melalui mekanisme di PBB,” lanjut dia.

Perseteruan dua negara pecahan Uni Soviet ini berawal dari kemerdekaan Azerbaijan pada 1992. Kedua negara merasa berhak menguasai Nagorno-Karabakh.

Wilayah itu akhirnya sejak 1994 menjadi kawasan semi-otonom yang tidak diperintah siapapun, walau peta internasional masih memasukkannya sebagai wilayah Azerbaijan. Status quo ini adalah jalan tengah, agar Armenia maupun Azerbaijan berhenti berperang. Namun negosiasi untuk menuntaskan batas wilayah sampai sekarang sulit tercapai. Perang dua dekade lalu memakan korban tewas hingga 30 ribu orang

Perang kemudian kembali pecah pada awal April, memakan korban tewas 30 prajurit dari kedua negara. [merdeka]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY