Peringati Hari Bumi, Lintas Komunitas di Banda Aceh Gelar Aksi Peduli Lingkungan

608

Acehraya.co.id – Sekitar 50 komunitas yang tergabung dalam Festival Kota Kita atau berasal dari empat cluster, yaitu Cluster Creative City, Green City, Culture and Heritage City, dan Youth and Social, akan melakukan berbagai kegiatan aksi peduli lingkungan pada Sabtu (23/04/2016), untuk memperingati hari bumi (Earth Day) 22 April dan sekaligus HUT Kota Banda Aceh yang ke 811.

“Ada banyak kegiatan terkait pelestarian lingkungan yang akan dilakukan untuk memperingati Earth Day 2016,” ujar Arisna Fauzia, Sekretaris Cluster Green City Festival Kota Kita kepada Acehraya.co.id.

Arisna Fauzia, Sekretaris Cluster Green City Festival Kota Kita
Arisna Fauzia, Sekretaris Cluster Green City Festival Kota Kita (Dok. Pribadi)

Menurut Arisna, beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka hari bumi ini, diprakasai oleh Cluster Green City. “Untuk kegiatan Festival Kota Kita akan dibagi menjadi dua, Pre-Event dan event. Nah, untuk Pre-Event akan kita laksanakan besok (Sabtu, 23/04) yaitu, aksi peduli lingkungan di Titik Nol Kota Banda Aceh,” ungkapnya.

Risna yang akrab disapa, menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan kegiatan dibagi empat pos. Dimulai dari pos 1 sebagai titik kumpul bersama di Taman Sari pada Sabtu (23/04), pukul 07.00 Wib. Lalu, semua peserta akan diarahkan ke pos 2 yaitu Tititk Nol Kota Banda Aceh, Pos 3 yaitu Jembatan Penghubung Ulee Lheue- Gampong Jawa dan pos 4 yaitu TPS 3R Gampong Lambung.

“Kita akan mengkampanyekan tentang pentingnya melindungi dan menjaga bumi. Salah satunya dengan kita akan membuat lubang resapan biopori dan tong sampah berkarakter di Taman Sari,” kata Arisna.

Dirinya berharap dengan adanya tong sampah berkarakter itu, dapat memberikan semangat kepada masyarakat dan anak-anak agar membuang sampah pada tempatnya dan peduli terhadap lingkungannya.

“Anak-anak itu kan sukanya macam-macam. Jadi kalau tong sampahnya kita buat gambar karakter doraemon, maka meraka yang suka sama doraemon akan buang sampah di tong sampah doraemon. Hal ini kita lakukan, agar anak-anak tidak buang sampah sembarangan lagi,” lanjutnya.

Suasana rapat perwakilan komunitas-komunitas yang tergabung dalam green cluster pada acara festival kota Banda Aceh. (Arisna/ Cluster Green City)
Suasana rapat perwakilan komunitas-komunitas yang tergabung dalam green cluster pada acara festival kota Banda Aceh. (Arisna/ Cluster Green City)

Setelah di lokasi Taman Sari, kegiatan berlanjut ke Titik Nol Kota Banda Aceh untuk kegiatan pembersihan sampah dan penanaman pohon. Lalu pembersihan area Jembatan Penghubung Ulee Lheue – Gampong Jawa serta pengadaan tong sampah. Dan terakhir ditutup dengan kegiatan waste education di TPS 3R Gampong Lambung.

“Selain aksi nyata peduli lingkungan. Di TPS 3R Gampong Lambung, kita juga akan sama-sama belajar tentang pengelolaan limbah sampah. Disana kita akan diajarkan cara memilah sampah menurutnya jenisnya,” katanya.

Baginya, limbah dan sampah sudah menjadi masalah yang serius dan tidak henti-hentinya dibicarakan, hanya saja kesadaran masyarakat yang masih belum ada. “Terkait sampah, banyak hal yang kelihatannya sepele, tetapi tanpa sadar itu merupakan hal yang berdampak besar,” Tegas Arisna.

Hal senada juga disampaikan oleh Aulia, Koordinator Cluster Green City Festival Kota Kita, menurutnya pembagian empat Cluster pada Festival Kota Kita ini merupakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. “Untuk tahun sebelumnya itu belum ada. Ini adalah tahun awal, terbentuknya empat cluster tadi. Termasuk cluster green city,” ujarnya.

PicsArt_04-21-09.49.22
Aulia, Koordinator Cluster Green City Festival Kota Kita (Muhammad Asriyanto/ Cluster Green City)

Dirinya juga melanjutkan, meskipun ada banyak komunitas yang tergabung dalam Cluster Green City dan Cluster-Cluster lainnya serta masyarakat umum. Namun hal itu, tidak menyurutkan tujuan mereka untuk sama-sama peduli terhadap lingkungan. Bahkan menurutnya, akan terjalin silaturahmi dan kekompakkan antar komunitas.

“Ini kegiatan yang sangat positif. Kalau sebelumnya setiap komunitas hanya bergerak dengan tujuan masing-masing. Dengan kolaborasi ini, kita akan bergerak bersama dengan satu tujuan. Kan, kalau jalannya sama-sama itu lebih kuat,” tuturnya kepada Acehraya.co.id.

Aulia berharap melalui kegiatan ini, Cluster Green City mampu menggerakan masyarakat untuk dapat turut serta mengurangi penggunaaan kantong plastik guna melakukan aksi pelestarian lingkungan.

“Kita semua dapat menjadi Agent of Change untuk menjaga bumi. Dari hal kecil misalnya, seperti buang sampah pada tempatnya atau sekedar memilah sampah menurut jenisnya. Saya rasa itu menjadi hal yang positif untuk bumi kita,” tutup Aulia. [af]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY