Earth Hour Aceh Kampanyekan Diet Kantong Plastik

431
TIm Earth Hour Aceh sedang memberikan sosialisasi tentang pentingnya mengurangi sampah plastik di MIN Mesjid Raya Banda Aceh, Sabtu, 23 April 2016. (Heri Tarmizi)

Acehraya.co.id – Di usia bumi kita yang semakin tua, permasalahan lingkungan yang muncul di bumi ini sudah sangat kompleks. Mulai dari pencemaran lingkungan, berkurangnya kawasan hijau, sampah yang menumpuk, meningkatnya suhu bumi, dan masih banyak lagi.

Pada April ini, masyarakat di seluruh dunia akan merayakan Hari Bumi. Kegiatan ini diselenggaran guna membangkitkan kesadaran kita akan kondisi dan keberlangsungan bumi yang kita tinggali. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk bumi kita  dan hal itu dapat kita mulai dari langkah kecil.

Tim Earth Hour Aceh bersama wakil kepala sekolah MIN Mesjid Raya Banda Aceh. (Heri Tarmizi)
Tim Earth Hour Aceh bersama wakil kepala sekolah MIN Mesjid Raya Banda Aceh. (Heri Tarmizi)

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Tim Gerakan Earth Hour Aceh, pada Sabtu, 23 April 2016, mereka melaksanakan sosialisasi dan juga pelatihan “Bijak Sampah Sejak Usia Dini” bersama puluhan murid dan guru MIN Mesjid Raya Banda Aceh.

Seperti disampaikan oleh Heri Tarmizi, Tim Earth Hour Aceh kepada Acehraya.co.id, mengatakan bahwa untuk tema kegiatan memperingati hari bumi 2016, Gerakan Earth Hour Aceh mengambil tema tentang sampah. Dimana menurutnya, saat ini masih banyak sekali anak-anak usia dini yang belum paham dan mengetahui tentang bagaimana cara pengelohan sampah yang baik.

“Pada kegiatan kali ini, kita akan coba arahkan adik-adik siswa Sekolah Dasar untuk peduli tentang lingkungan dan alamnya. misalnya, ayo buang sampah pada tempatnya dan bijaklah pada sampah,” ujarnya.

Menurutnya, permasalahan tentang sampah atau lainnya, tentu saja bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan lingkungan, melainkan kita semua wajib  ambil bagian dalam usaha menjaga kelestarian bumi.

“Karena ini merupakan tanggung jawab semua orang. Makanya, salah satunya kita mulai dari anak-anak usia dini. Kita harus bisa mengajarkan pentingnya menjaga alam sejak usia dini,” tutur Heri.

Seperti kita ketahui, masalah sampah plastik menjadi perhatian kita semua. Jenis sampah ini adalah sampah yang sulit untuk terurai karena terbuat dari bahan kimia. Plastik yang terurai dan larut ke dalam tanah akan mencemari kandungan sumber daya air tanah.

Tim Earth Hour Aceh foto bersama bersama guru dan murid saat sosialisasi "Bijak Sampah Mulai Usia Dini", Sabtu (23/4/2016) pagi, di MIN Mesjid Raya Banda Aceh (Heri Tarmizi)
Tim Earth Hour Aceh foto bersama bersama guru dan murid saat sosialisasi “Bijak Sampah Mulai Usia Dini”, Sabtu (23/4/2016) pagi, di MIN Mesjid Raya Banda Aceh (Heri Tarmizi)

Melihat hal ini pemerintah dan beberapa pihak swasta ataupun komunitas pemerhati lingkungan mulai melakukan beberapa tindakan untuk mengurangi munculnya sampah plastik seperti dengan memberlakukan tarif untuk kantong plastik di pusat perbelanjaan, program bank sampah, aksi diet kantong plastik dan masih banyak lagi.

“Untuk memulai langkah kepedulian untuk bumi bisa dimulai dari kreatifitas kita sendiri, sehingga menginspirasi rekan-rekan lain untuk lebih kreatif dalam menggunakan barang-barang yang sudah tidak digunakan menjadi barang yang bernilai guna,” kata dia.

Tentu saja banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi kita dan dimulai dengan langkah sederhana, dan bila kita lakukan dengan nyata dan konsisten akan sangat berpengaruh pada bumi dan lingkungan hidup.

“Salah satunya dengan membuat tote bag (tas belanja pakai ulang) dari bahan baju kaos bekas. Kan kebanyakan dari kita baju kaos bekas kalau udah sempit atau tidak dipakai lagi, cenderung dibuang atau dibakar. Nah, tote bag ini merupakan salah satu upaya kita untuk mengurangi kantong plastik,” lanjut Heri Tarmizi.

Dia berharap melalui kegiatan ini, Gerakan Earth Hour Aceh mampu menggerakan anak-anak usia dini dan masyarakat untuk dapat turut serta mengurangi penggunaaan kantong plastik guna melakukan aksi pelestarian lingkungan.

“Semakin banyak tote bag yang kita hasilkan, semakin besar kita mengurangi penggunaan kantong plastik di lingkungan kita. Jadi, mari mulai peduli dengan kelestarian alam yang asri. Keberadaan alam di masa datang ditentukan oleh aksi kita melestarikan alam saat ini,” harapnya.

Let’s care with our planet for a sustainable future.  “Sustainability adalah Saya, Kamu, Kita,” tutup Heri. [af]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY