Gema Takbir, Air Mata Dan Sujud Syukur Menyambut Aceh Raya

497
Ketua Panitia Aceh Raya (HM Dahlan Sulaiman) dengan ketua DPRA (Tgk. Muharuddin) Setelah Pengesahan Keputusan Pembentukan Aceh Raya dalam SidangParipurna Aceh Raya

Acehraya.co.id – “Pekikan takbir, cucuran air mata gembira seta sujud syukur”, ialah sebait kata-kata yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Aceh Raya HM. Dahlan Sulaiman SE, kepada Acehraya.co.id saat ditemui dikediamannya.

Menurut HM. Dahlan Sulaiman SE, semua hal tersebut terjadi sesaat setelah ketukan palu tanda persetujuan Pembentukan Kabupaten Aceh Raya yang dilakukan oleh Ketua DPRA, TGK. H. MUHARUDDIN, S.Sos.I dari dari Partai Aceh didampingi Wakil Ketua TEUKU IRWAN DJOHAN, ST dari Nasdem, di ruang sidang paripurna DPR Aceh, pada Jum’at, 22 April 2016.

“Alhamdulillah, tahap (persetujuan DPR Aceh) yang kita nanti-nantikan selama ini sudah kita lewati bersama masyarakat yang terus mendukung agar pembentukan Kabupaten Aceh Raya cepat terwujud,” ujarnya haru.

Saat Acehraya.co.id memintanya untuk menceritakan kembali bagaimana suasana ketika proses persetujuan Pembentukan Kabupaten Aceh Raya di ruang sidang Paripurna DPR Aceh, dengan nada haru dirinya menyampaikan bahwa pada Jum’at kemarin (23/04/2016), ada ratusan masyarakat dari tujuh kecamatan (Kecamatan Lhoong, Leupung, Lhoknga, Peukan Bada, Pulo Aceh, Darul Kamal dan Darul Imarah) yang masuk ke ruang sidang paripurna sesaat setelah dipanggil oleh salah satu panitia Pembentukan Kabupaten Aceh.

“Awalnya kita hanya menunggu diluar ruang sidang. Namun, tiba-tiba kita dipanggil untuk masuk. Akhirnya, bersama masyarakat tujuh kecamatan di Aceh Raya, kita masuk secara tertib dan langsung mengambil tempat di kursi tamu pengunjung Ruang Sidang Paripurna DPR Aceh,” ceritanya.

Foto : Suasana Sidang DPRA Menyambut Putusan Aceh Raya

Kepada Acehraya.co.id dirinya juga memperlihatkan foto-foto proses “Setujunya DPR Aceh untuk bentuk Kabupaten Aceh Raya” sidang paripurna DPR Aceh. Terlihat duduk di barisan depan Ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Aceh Raya, HM. Dahlan Sulaiman SE, didampingi Penasehat Prof Dr Jamaluddin Ahmad, Ketua Panitia Percepatan Kabupaten Aceh Raya, Hj.Rukaiyah Ibrahim Nain, Wakil Ketua Dr Tarmizi, serta tokoh masyarakat antara lain Drs Anwar Yusuf MM, Dr Burhanuddin, Hj Zahriany A Balwi, Teungku Helmi, Firmansyah dan ratusan laiinya.

“Dengan seksama kita semua menyimak mulai dari pembukaan sidang oleh Ketua DPR Aceh, pembacaan rekomendasi persetujuan dari Komisi I oleh Sekretaris Dewan, mendengar pendapat anggota Dewan sampai akhirnya Ketua DPRA mengetuk palu tanda persetujuan dan keputusan diambil untuk Pembentukan Kabupaten Aceh Raya,” ungkap HM Dahlan Sulaiman.

Ia juga melanjutkan, bahwa sesaat setelah tanda persetujuan dan keputusan dibacakan, semua masyarakat Aceh Raya yang hadir langsung mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT. “Kita langsung berangkulan dan bersalaman sebagai ucapan terima kasih Panitia kepada Pimpinan dan Anggota DPR Aceh atas apa yang sudah diperjuangkan selama ini tidaklah sia-sia,” tuturnya.

Sujud Syukur Berjamaah Dihalaman DPR Aceh

“Selesai dari ruang sidang, rombongan panitia dan masyarakat Aceh Raya dengan tertib menuju halaman DPRA, mengambil posisi teratur secara berjamaah untuk melakukan sujud syukur kepada Allah SWT yang langsung saya pimpin (HM. Dahlan Sulaiman SE),” ingatnya sambil terharu.

Hal itu dilakukan oleh HM Dahlan Sulaiman bersama masyarakat Aceh Raya yang hadir, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas langkah-langkah yang sudah berhasil dicapai selama ini. “Kita harus selalu berdo’a, agar beberapa hal yang masih perlu diperjuangkan juga mendapat keberhasilan dan keberkahan,” tutupnya HM. Dahlan Sulaiman SE.

Seperti diketahui, bahwa menurut kajian feasibility study (studi kelayakan), Kabupaten Aceh Raya sudah layak diwujudkan. Dimana, dalam feasibility study, kabupaten Aceh Raya sudah memenuhi syarat, seperti syarat fisik, administrasi, keuangan dan sebagainya yang tertuang pada PP No. 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah.[af]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY