Lintas LSM Aceh Dukung Polisi Usut Kasus 50 Ton Kayu Ilegal di Aceh Timur

374
Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH, SIK, MH saat memperlihatkan para pelaku illegal logging di Mapolres Aceh Timur, pada Jum'at (23/04). (Reskrim Polres Aceh Timur)

Acehraya.co.id – Walhi Aceh bersama WWF Indonesia Northern Sumatra Program, menyampaikan apresiasi kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur yang telah melakukan penangkapan terhadap 14 orang terduga pelaku ilegal logging dengan barang bukti berupa 50 ton kayu  di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur pada 20 April 2014.

Penangkapan ini merupakan salah satu kasus terbesar pada tahun 2016 yang berhasil ditindak oleh polisi di Aceh. Kasus ini juga telah membuka seluk beluk mafia pencurian kayu selama bertahun-tahun di Aceh Timur. Seperti diketahui saat ini polisi terus menyelidiki kasus ilegal logging yang melibatkan penggunaan alat berat seperti Bulldozer.

Baca : Polres Aceh Timur Tangkap 14 Perambah Hutan Aceh

Lintas LSM Aceh menyerukan agar aparat keamanan tidak takut untuk membongkar jaringan mafia kayu ilegal di Aceh. Sejak moratorium logging diberlakukan di Aceh sejak 2006, ini adalah penemuan barang bukti terbesar. Lintas LSM Aceh memberikan dukungan kepada Polres Aceh Timur untuk membongkar kasus pencurian kayu di hutan lindung ini dengan mendorong adanya penegakkan hukum yang bisa memberi efek jera kepada para pelaku tanpa pandang bulu.

Lintas LSM Aceh siap membantu Pemerintah dan aparat keamanan di Aceh untuk bersama-sama mengawasi tindak pidana kejahatan lingkungan hidup di Aceh. Diharapkan Polisi bisa memberikan hukuman yang berat dengan menerapkan hukum berlapis terhadap kejahatan lingkungan dan kejahatan kehutanan ini. []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY