Dandim 0108/Agara Ingatkan Anggota TNI Untuk Jaga Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser

435
Dandim 0108/Agara Letkol Inf Yudiono, S.Ag (Depan) bersama puluhan anggota TNI saat mengikuti sosialisasi “Pencegahan dan Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Satwa Yang Dilindungi”, Kamis, 19 Mei 2016 di Ruang Yudha Kodim 0108/Agara, Kutacane, Aceh Tenggara. (WWF-ID)

Acehraya.co.id – Puluhan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Komando Distrik Militer (Kodim) 0108/Agara mengikuti sosialisasi “Pencegahan dan Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Satwa Yang Dilindungi” yang dilaksanakan oleh pada Kamis, 19 Mei 2016 di Ruang Yudha Kodim 0108/Agara, Kutacane, Aceh Tenggara.

Sosialisasi yang diprakasai oleh WWF Indonesia Northern Sumatra Program diikuti sekitar 70 orang, diantaranya Dandim 0108/Agara Letkol Inf Yudiono, S.Ag, Para Danramil Dan Pos Ramil, Perwira Staf Kodim 0108/Agara serta Perwakilan masing-masing dari Koramil atau Pos Ramil Jajaran Dim 0108/Agara dan Pamhut wilayah Agara.

Hasil pantauan, sosialisasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 wib, menghadirkan pemateri, diantarnya Hadi Sofyan dari BKSDA Aceh, Alwanto Ginting dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kehutanan Wilayah Sumatera, Brigadir Wahyudi (Subdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus Polda Aceh) dan Novi Hardianto (Wildlife Crime Team WWF Indonesia).

Dandim 0108/Agara Letkol Inf Yudiono, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak WWF Indonesia Northern Sumatra Program, karena dipercayakannya institusi Kodim 0108/Agara untuk menerima kegiatan sosialisasi pencegahan dan penegakan hukum terhadap kejahatan satwa yang dilindungi.

“Melalui kegiatan ini saya harapkan kepada anggota sekalian mengerti akan aturan dan undang-undang tentang kejahatan satwa, dan khususnya dari unsur TNI Kodim 0108/Agara dilarang melakukan kejahatan atau jual beli terhadap satwa yang dilindungi dari Pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat juga harus dilibatkan dalam pencegahan dan pelaporan kasus perburuan kepada pihak penegak hukum. Mengenai keberadaan satwa, baik yang terancam punah maupun tidak di dalam kawasan hutan.

“Keberadaan satwa adalah sebuah parameter, apakah hutan tersebut masih lestari atau tidak. Contohnya hutan yang berada di wilayah Aceh Tenggara atau teritorial kodim 0108/Agara, terlihat masih alami dan juga masuk wilayah Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan salah satu paru-paru dunia saat ini,” kata Letkol Inf Yudiono, S.Ag.

Baginya, kendala dalam mengungkap kasus kejahatan satwa liar adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang fungsi kawasan konservasi, belum optimalnya koordinasi dan komunikasi antar pihak terkait. “Untuk anggota TNI yang berhubungan langsung dengan masyarakat, saya mohon diteruskan informasi pada sosialisasi ini kepada masyarakat. Agar mereka tahu arti pentingnya menjaga alam,” lanjutnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, dengan kerjasama berbagai pihak seperti WWF Indonesia, Polda Aceh, BKSDA Aceh, BBTNGL, Balai Gakkum LHK Sumatera serta beberapa stake holder lainnya, kita berharap upaya penegakan hukum terhadap perlindungan satwa yang dilindungi, bisa lebih efektif dilaksanakan. Kami juga sangat berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan pengawasan sekaligus mencegah aksi perburuan liar.

“Kami prihatin dengan kondisi seperti ini. Hutan Taman Nasional Gunung Leuser itu salah satu paru-paru dunia yang masih tersisa saat ini. Untuk itu harus kita jaga bersama agar ekosistem hutan ini terjaga. Jika masyarakat atau anggota TNI ada yang mengetahui atau melihat adanya perburuan liar, agar segera melapor kepada petugas yang berwenang,” tegas Letkol Inf Yudiono, S.Ag.  [af]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY