Ketika Anak-anak Muslim di Budapest Belajar Alquran

571

Acehraya.co.id – Budapest, ibukota negara Hungaria ini memang penuh pesona. Tata kotanya begitu rapi dan warganya mencintai kebersihan.

Hosok Tere atau Heroes Square merupakan ikon dari kota Budapest. Di sini masyarakat dan wisatawan bisa mempelajari tentang penguasa dan pahlawan Hungaria terdahulu.

Karena di Heroes Square terdapat patung-patung yang menggambarkan raja dan pangeran yang pernah berjaya di kerajaan Hungaria. Siapa sangka, ternyata di Budapest kita dapat menemukan pemandangan anak-anak muslim yang sangat riang sedang bersekolah.

Nur Iskola, nama sekolah Islam ini bertempat di sebuah masjid. Anak-anak mempelajari Islam dan Alquran setiap hari Sabtu dan Minggu.

Ada sejumlah kelas dengan mata pelajaran berbeda. Alquran, bahasa Arab, fiqih dan dasar-dasar Islam adalah beberapa hal yang dipelajari oleh 50 murid disini.

Murid datang dari berbagai usia. Ada yang paling kecil, 5 tahun, namun sudah hafal beberapa surat pendek. Hingga remaja belasan tahun yang duduk di sekolah menengah atas.

Belajar Alquran memang tak mengenal umur. Bahkan kini, banyak orangtua yang mulai mengenalkan Alquran pada anak sejak masa kehamilan. Kurikulum yang digunakan datang dari Arab Saudi. Kepala sekolahnya pun langsung dihadirkan dari timur tengah dan mengajar tajwid Alquran.

Pendidikan agama memang sangat penting dilakukan sejak usia dini. Agar anak-anak memahami, bahwa dalam kehidupan yang dijalani, ada Allah SWT, sang maha pencipta yang memberikan kehidupan pada seluruh makhluk hidup di alam semesta ini.

Sekolah ini juga memberi ruang bagi anak-anak muslim di Budapest agar saling bersosialisasi dengan sesama muslim. Sebab, pada hari Senin hingga Jumat mereka akan bersekolah di sekolah negeri atau swasta, dimana anak-anak muslim menjadi minoritas.

Sekolah mulai pukul 9 pagi. Anak-anak mulai belajar satu pelajaran, kemudian diselingi istirahat lalu kembali melanjutkan pelajaran hingga pukul tiga sore.

“Saya sudah sekolah disini selama kurang lebih 4 tahun, saya mulai sejak kelas 2 dan saya suka datang kesini. Saya rasa ini hal yang bagus karena anak-anak bisa belajar bahasa Arab, agama serta Alquran. Anak-anak lain juga saya lihat mereka menikmati hari berada di sekolah Islam ini,” jelas Hadil Ismail, salah satu murid di TPA Nur Iskola.

Bersepeda Jadi Gaya Hidup

Bersepeda adalah kegiatan yang digemari oleh Fatimah, Muaz dan Zena, muda mudi Budapest. Sepeda kini menjadi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat Budapest.

Tim Jazirah Islam Trans7
Tim Jazirah Islam Trans7

Tak heran, di halte bus dan stasiun kereta, kita akan mudah menemukan tempat penyewaan sepeda. Udara yang segar dan jumlah kendaraan roda empat yang tidak banyak menjadi nilai tambah saat bersepeda di Budapest.

Fatimah dan teman-temannya mulai aktif di organisasi muslim muda yang baru saja mereka rintis selama 2 tahun ini. Meski cukup sulit mengumpulkan muslim di Budapest karena minimnya informasi, namun mereka sudah melakukan beberapa kegiatan seperti buka puasa bersama dan camping Ramadan.

Di kota Pej, sekitar 150 kilometer dari Budapest, ada satu-satunya masjid peninggalan zaman Turki Utsmani. Penguasaan Turki Utsmani selama 500 tahun di Hungaria tentunya meninggalkan sejarah bahwa Islam pernah berkuasa di sini.

Nuran dan Nurhan adalah kakak beradik kembar yang sebelumnya tinggal di Budapest. Mereka adalah mahasiswa fakultas kedokteran di Pej.

Dahulu mereka bekerja di satu tempat yang sangat terkenal di Budapest. Mereka bekerja di sebuah tempat pemandian air panas bernama Thermal Bath.

Nuran dan Nurhan sempat menjadi bahan pembicaraan di tempat kerjanya. Pasalnya, mereka adalah satu-satunya pekerja muslim dan mengenakan hijab.

Namun kakak beradik ini mengaku tidak menemukan kesulitan yang berarti karena mereka bekerja dengan baik. Pengalaman luar biasa yang dialami oleh Nuran dan Nurhan menunjukkan bahwa masih ada toleransi di Hungaria. Mereka bisa bekerja, bersosialisasi dan beragama dengan baik.

Kisah selengkapnya saksikan di Jazirah Islam, tayang setiap hari pukul 04.45 WIB di Trans7. [detik.com]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY