Kemarau Tiba Peta Resiko Bencana Di Luncurkan

523
titik-titik panas di Indonesia rawan kebakaran hutan/ Badan Nasional Penganggulangan Bencana

Acehraya.co.id –  Seorang ahli kebakaran hutan mengatakan saat ini sudah tersedia peta yang dapat mendeteksi risiko kebakaran lahan.

Sebagaimana dipaparkan Susan Minnemeyer, pakar kebakaran hutan dari lembaga Global Forest Watch, Peta Risiko Kebakaran (Fire Risk Map) diperbarui setiap hari, mengkalkulasi data temperatur, kelembapan dan curah hujan dari satelit.

Kondisi yang lebih kering berarti memiliki risiko lebih besar terjadinya kebakaran.

Praktik tebang-bakar, biasa dilakukan perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk membuka lahan, kerap menyebabkan kebakaran hutan yang asapnya menyelimuti Indonesia, Singapura dan Malaysia.

“Kami berharap Peta Risiko Kebakaran dapat membantu pejabat pemerintah dan pengelola lahan perusahaan dapat lebih proaktif atas kebakaran,” Susan Minnemeyer kepada Reuters.

Kebakaran hutan tahun lalu yang terparah yang pernah ada menyebabkan kabut asap tebal hingga ke Singapura, Malaysia dan Thailand/ Reuters
Kebakaran hutan tahun lalu yang terparah yang pernah ada menyebabkan kabut asap tebal hingga ke Singapura, Malaysia dan Thailand/ Reuters

Lembaga nonprofit yang berbasis di Washington ini mengembangkan peta tersebut dengan kelompok lingkungan hidup Conservation International.

Mereka berkata meski kebakaran lahan yang terjadi di Indonesia disebabkan pembukaan lahan, namun kondisi kekeringan tanah dapat mengindikasikan seberapa cepat api dapat menyebar dan apakah api dapat menyebar hingga diluar kendali.

Alat ini akan memberikan kesempatan bagi pemerintah, perusahaan dan penduduk lokal untuk mengambil langkah sebelum kebakaran terjadi, misalnya dengan menyimpan air dan mengirim bantuan ke tempat-tempat yang dapat terbakar.

Minnemeyer berkata walau Indonesia memasuki musim kemarau, ketika kebakaran sering muncul, namun musim kering kali ini diprediksi lebih singkat dibanding tahun lalu karena La Nina.

Musim kering di Indonesia dimulai dari Juni hingga Oktober, namun kebakaran hutan tahun lalu diperparah akibat El Nino, naiknya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang menyebabkan musim kering berkepanjangan.

Kondisi ini membuat kebakaran hutan tahun lalu menjadi kebakaran hutan terparah, yang berlangsung hingga pertengahan November, mengirimkan asap hingga ke negara-negara tetangga, bahkan selatan Thailand.

[bbc.com/indonesia]

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY