Penipuan Via Telepon Seluler

3319
Ilustrasi Penipuan (IST)

Mungkin masih banyak yang belum tahu mengenai E-cash salah satu Bank Nasional. Termasuk saya yang sampai saat ini juga belum ngeh seandainya tidak ada seorang penipu yang menghubungi saya malam tadi (13/07/2016) sekitar pukul 21.30 Wib, dengan mengunakan nomor 0214402672.

Apa itu e-cash? Adalah uang elektronik yang bisa digunakan untuk membeli barang di merchant / toko tertentu, transfer saldo e-cash, bahkan bisa digunakan untuk tarik tunai di atm.

Kalau dari fungsi mungkin bisa dibilang hampir sama seperti kartu ATM yang bisa digunakan untuk tarik tunai, transfer, belanja di toko, dan sebagainya. Bedanya kalau ATM harus memiliki rekening Bank Nasional terlebih dahulu.

Sedangkan pengguna E-Cash tidak perlu memiliki rekening bank dan hanya perlu memiliki sebuah ponsel dan nomor telepon yang masih aktif.

Untuk dapat menggunakan uang elektronik ini, yang harus Anda lakukan adalah mendaftarkan nomor ponsel Anda melalui menu USSD (seperti saat mau isi ulang pulsa) *141*6# lalu ikuti langkah2 selanjutnya. Setelah Anda mendaftarkan nomor telepon Anda, Anda bisa mengisi ulang  e-cash melalui e-channel salah satu Bank Nasional, transfer atm bersama atau tunai (cash) melalui retail store tertentu.

Hanya begitu saja? Yup hanya itu saja, dengan mendaftar seperti cara diatas Anda sudah bisa menggunakan e-cash untuk bayar atau beli di toko-toko tertentu. Tapi kalau ingin bisa digunakan untuk tarik tunai dan transfer, Anda harus mengunjungi cabang salah satu Bank Nasional dan menyerahkan KTP untuk didata.

Inti dari saya menceritakan bagaimana cara membuat e-cash adalah untuk menunjukkan betapa mudahnya untuk bisa menggunakan cara transaksi baru ini (setidaknya untuk bayar / beli barang atau jasa).

Modus penipuan baru

  • Penipu (mengatasnamakan Staf marketing salah satu provider jaringan seluler  dari Jakarta Pusat) menghubungi saya dan mengatakan menang undian, sudah disiarkan beberapa stasiun TV Nasional bla bla bla (standar lah)
  • Dia mengatakan bahwa saya menang pulsa sebesar Rp. 1.000.000,- dan hadiah uang tunai Rp. 10 juta. “Alhamdulillah bapak, Alhamdulillah bapak memenangkan di provider jaringan seluler kami. Selamat pak”, kata penipu.
  • Untuk meyakinkan saya, dia menyuruh saya melihat layar HP apakah ada pulsa yang masuk.
  • Nah disini hebatnya mereka: Di layar ponsel Android ada pop-up tulisan pulsa masuk sebesar Rp. 1.000.000,- Ini tampilan Pop-Up ya, bukan SMS, jadi tidak ada nama pengirim dan langsung muncul di layar (seperti kalau baru isi ulang / ada pemberitahuan resmi dari provider).
  • Dalam hati saya, hebat juga nih mereka teknologi barunya (saya dari awal sudah tau ini penipuan). Sayang sekali saya tidak sempat screenshot notifikasinya.
  • Lalu dia menggiring saya untuk pergi ke ATM (standar penipuan banget sih).
  • Karena saya malas saya bilang mas saya tau ini penipuan, udah dulu ya.
  • Lalu dia bilang Astagfirullahaladzim, ini bulan syawal pak, saya ga mau nipu. Kalau tidak percaya coba pergi ke ATM lalu masukkan PIN, pilih menu transaksi lainnya lalu masukkan 5 digit nomor telepon. nanti akan ada tulisan: Hadiah dari perusahaan provider jaringan seluler 2016.
  • Dia lalu bilang, kalau tidak ada tulisan seperti itu jangan dilanjutkan, kita ga suruh transfer uang atau yang lain…. dalam hati saya… yeahh… riiight
  • Lalu karena masih malas, saya bilang saya lagi sibuk nih bisa ga nanti saja saya ke ATM-nya.
  • Dia lalu bilang: Pak, kami ada 7 pemenang lainya, jadi kalau tidak mau akan diberikan ke pemenang lainnya (lah bisa begitu ya)
  • Saya bilang: saya baru bisa 20 menitan lagi, gimana dong?
  • Dia bilang: Ok, ditunggu pak, tapi telpon jangan ditutup, nanti kalau sudah sampai di ATM tinggal lanjutkan saja pembicaraan. Ingat, telp jangan ditutup ya.
  • Saya pikir, wah kesempatan bagus nih ngerjain penipu, setidaknya buat ngabisin pulsa mereka.
  • Anyway, mau tau kenapa tidak boleh tutup telp? Agar calon korban tidak bisa cek pulsa dan mengetahui bahwa sebenarnya tidak ada pulsa yang masuk seperti yang tadi diawal diinformasikan. Selain itu, dia takut kalau kita cari-cari informasi saat telpon ditutup (misalnya kita tanya ke pihak Bank Nasional/ Jaringan provider seluler untuk mencari kebenarannya).
  • Lanjut, karena penasaran apakah benar kalau pencet seperti yang diinstruksikan maka akan muncul tulisan: “Hadiah jaringan provider 2016” maka saya iseng2 pergi ke ATM. Tentunya setelah saya tidak sibuk dan bisa meninggalkan kerjaan saya (ga buru-buru). Call saat itu sudah berlangsung sekitar 25 menit.
  • Akhirnya saya meneruskan pembicaraan dengan sang penipu
  • Saya: Halo, saya sudah ke ATM nih.
  • Penipu: Ok, masukkan kartu > pin > lalu pilih transaksi lainnya > klik informasi saldo > sebutkan saldonya berapa
  • Saya: Ngasal nyebutin saldo: Rp 1.200.756 (padahal saldo hanya cukup beli nasi sebungkus) > lalu penipu mengkonfirmasi ulang jumlah saldo saya. Tujuannya adalah agar dia mengetahui berapa jumlah uang yang bisa “dirampas”
  • Penipu: Kembali ke menu utama, lalu pilih transaksi lainnya > pilih uang elektronik > klik e-cash > klik Isi Ulang
  • Setelah itu saya dipandu untuk masukkan nomor PIN Hadiah 0852XXXXXX atau 0812XXXXX (itu sih bukan pin, tapi nomor telepon. > klik benar
  • Setelah itu muncul tampilan: No e-cash: 0812xxxxxx, Nama: Hadiah jaringan provider 016. O jadi ini toh yang dimaksud. Jadi jika pada umumnya orang mendaftarkan nomor E-Cash dengan menggunakan nama asli (contoh: Joko, Tedi, A Huang, Santi, Dewi, dsb), nah kalau penipu lebih “kreatif” dan menggunakan nama2 undian / nama lain seperti: “Hadiah jaringan provider 2020”, “Saldo Rp. 10.000.000,-” “Undian Gebyar salah satu Bank Nasional 2099” dsb.
  • Setelah itu penipu menyuruh masukkan nominal 1.111.111 (karena yang dia tau saldo saya 1,2 jutaan) lalu klik benar.
  • Karena saya tidak mau melanjutkan, kemudian saya bilang:
  • “O Jadi begini modus barunya”
  • Penipu: Maksudnya?
  • Saya: Iya, penipuan model baru
  • Penipu: Kami tidak menipu, kita ga suruh transfer uang kan.
  • Saya: Iya, memang tidak transfer uang, tapi transfer pulsa (karena saya belum tau apa itu e-cash, saya pikir itu pulsa elektrik.
  • Penipu (dengan nada agak tinggi): Bapak Boleh tanya ke salah satu Bank Nasional langsung, itu bukan pulsa. Tapi uang elektronik. Kita disini resmi pak.
  • Saya: ya, apapun itulah namanya. Kalau saya ga mau terima hadiahnya gimana?
  • Penipu: Ya kita tidak memaksa kok pak, tapi kita disini ga enak karena bapak menuduh kami penipu.
  • Saya: Memang Anda penipu (sambil saya ketawa)
  • Penipu: Makanya, kita buktikan disini. Ada tulisan: “Hadiah jaringan provider 2016” di layar atm kan?
  • Saya: Kalau ini resmi, saya mau dikirim surat pemberitahuan dari jaringan provider seluler. Belum sempat saya selesai bicara lalu dipotong oleh penipu: “ya sudahlah, dasar an#*ng” setelah dia mengatakan itu saya langsung tertawa cekikikan dan tidak lama setelah itu telp langsung ditutup.

Penipuan model seperti ini sudah ada sejak lama dan modusnya mirip-mirip. Contoh lain yang masih sering dilakukan hingga saat ini adalah penipuan DP mobil, motor atau rumah. Jadi tetaplah berhati-hati! []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY