Wisata Tuna Sirip Kuning Di Pulo Breueh

1080
Tim Fisheries Subsidies WWF Indonesia Northern Sumatra Program di Pelabuhan Seurapong, Pulo Breueh.

Acehraya.co.id – Ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) adalah spesies tuna yang ditemukan di perairan pelagik samudera tropis dan subtropis di seluruh dunia. Ikan tuna sirip kuning atau akrab di sebut yellowfin tuna sering dipasarkan di Hawaii, nama juga digunakan di sana untuk bigeye tuna terkait erat.

Nama spesies, albacares (“daging putih”) dapat juga menyebabkan kebingungan. Dalam bahasa Inggris tuna albacore ( Thunnus alalunga) adalah spesies yang berbeda, sedangkan kuning secara resmi ditetapkan albacore dalam bahasa Prancis dan disebut sebagai Albacora oleh nelayan Portugis.

Karakteristik

Yellowfin tuna adalah salah satu spesies tuna yang lebih besar, mencapai bobot lebih dari 180 kg, tetapi secara umum lebih kecil dari tuna sirip biru Atlantik dan Pasifik, yang bisa mencapai lebih dari 450 kg, dan sedikit lebih kecil dari big eye tuna dan tuna sirip biru selatan.

Sirip punggung dan perut yang panjang menjadi ciri khas yellowfin tuna, berwarna kuning cerah, memberi ikan ini nama umum nya. kedua sirip bisa sangat panjang dalam spesimen dewasa, mencapai hampir melebihi panjang ekor dan terlihat seperti sabit atau pedang.

Tim Fisheries Subsidies Kabupaten Aceh Besar ke Pulo Breueh

Pada Jum’at (22/07/2016), WWF Indonesia Northern Sumatra Program bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Besar serta Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala melakukan kegiatan “Sosialisasi Panduan Teknis Subsidi Hijau Perikanan Untuk Masyarakat Pesisir Dan Aparatur Desa”, di Desa Lampuyang, kemukiman Pulo Breueh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Bersama Tim Fisheries Subsidies Kabupaten Aceh Besar yang terdiri dari WWF Indonesia Northern Sumatra Program, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Besar serta Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Acehinsight.com berkesempatan untuk melihat langsung kondisi perikanan masyarakat pesisir Pulo Breueh, Kabupaten Aceh Besar.

Kawasan laut Kabupaten Aceh Besar di Provinsi Aceh memiliki luas laut sekitar 1.355,90 km² atau sekitar 50% dari total luas wilayahnya. Kawasan perairan Aceh Besar memiliki wilayah perikanan yang penting dan salah satu yang terbesar di Provinsi Aceh. Produksi perikanan di Aceh Besar, khususnya yang berasal dari Pulo Breueh termasuk komoditas ikan Tuna, terutama jenis Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) adalah komoditas utama yang dipasarkan, baik dalam bentuk gelondongan utuh, maupun hasil proses lanjutan.

Besarnya potensi Tuna yang terdapat di pelabuhan Seurapong, Pulo Breueh, sangat mungkin bagi masyarakat membuka potensi ekowisata untuk wisata Tuna. Meskipun besarnya potensi tersebut, masyarakat juga harus menjaga ekosistem laut agar dapat dilanjutkan secara berkelanjutan. []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY