Cap Jempol Untuk Harimau Sumatera

546

 Acehraya.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Harimau Sedunia atau Global Tiger Day yang jatuh pada tanggal 29 Juli, Gerakan Earth Hour Aceh dan Forum Kolaboraksi Komunitas Banda Aceh serta didukung oleh WWF Indonesia, Forum Harimau Kita, Fauna dan Flora Internasional dan Forum Konservasi Leuser, akan melakukan aksi kampanye yang bertajuk “Aceh for Global Tiger Day 2016”, di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada hari Jumat, (29/07/2016).

Menurut Cut Ervida Diana, Koordinator Aksi dari Gerakan Earth Hour Aceh, mengatakan bahwa kegiatan kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap nasib harimau terakhir milik Indonesia yang kian terancam akibat perburuan, perdagangan dan deforestasi.

“Aksi kampanye besok merupakan bagian dari peringatan Global Tiger Day yang jatuh pada tanggal 29 Juli setiap tahunnya. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, silahkan berkumpul di depan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kita terhadap penyelamatan harimau yang sudah diambang kepunahan,” ujarnya kepada Acehinsight.com.

Kampanye kreatif untuk penyelamatan harimau sumatera ini bertema #ThumbsUpForTiger, dimana para peserta dan masyarakat akan memberikan dukungan berupa cap 2 jempol tangan sebagai simbol double tigers yang artinya melipatkan gandakan populasi harimau 2X lipat.

“Dukungan melalui cap jari ini adalah wujud kepedulian masyarakat Banda Aceh untuk pengelolaan habitat harimau di Sumatera. Jangan sampai hutan di Sumatera salah urus dan kita kehilangan satu-satunya subspesies harimau yang tersisa di Indonesia,” ungkap Cut Ervida.

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa para peserta akan melakukan aksi berburu cap jempol dari masyarakat kota Banda Aceh untuk mendukung penghentian perburuan dan perdagangan harimau. Cap jempol dengan warna dan motif seperti kulit harimau akan ditempelkan di kain sepanjang 5 meter.

“Kain dengan cap jempol warga Banda Aceh ini akan dikirim ke Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya di Banda Aceh. Kita akan meminta pemerintah Indonesia serius memerangi perburuan dan perdagangan harimau dengan melakukan memberi hukuman yang berat bagi para pelaku kejahatan,” kata Cut Ervida.

Apakah Global Tiger Day?

Hari Harimau Sedunia atau Global Tiger Day merupakan peringatan tahunan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi harimau sedunia. Peringatan yang jatuh pada tanggal 29 Juli ini mulai ditetapkan pada Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Konservasi Harimau atau disebut juga Tiger Summit Meeting di St. Petersburg, Rusia, November 2010 yang lalu.

Diperingatinya Global Tiger day ini bermula dari keprihatinan atas hilangnya 93% habitat alami harimau akibat ekspansi manusia untuk kebutuhan pemukiman dan pertanian. Populasi harimau yang tersisa saat ini terdesak di petak-petak kecil hutan yang berdampak tingginya resiko inbreeding.

Kecilnya petak hutan tersebut juga meningkatkan resiko perburuan. Hal ini terjadi di berbagai habitat harimau di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia, terutama di Sumatera yang menjadi habitat harimau terakhir Indonesia.

“Di Sumatera sendiri, dalam periode tahun 2000-2012 sendiri, diperkirakan sebanyak 2,8 juta hektar hutan telah hilang. Bisa dikatakan pula bahwa laju kehilangan hutan di Sumatera setara dengan 900 lapangan sepak bola perharinya, ” jelas Chik Rini, Public Relation WWF Indonesia Northern Sumatra Program.

Lebih lanjut, Chik Rini mengatakan bahwa peringatan Global Tiger Day di Indonesia bertujuan untuk mengajak masyarakat dalam mengambil bagian dalam melindungi aset bangsa dengan menjaga dan melestarikan hutan sebagai habitanya.

“Aksi Aceh For Global Tiger Day 2016 besok adalah suatu power bagi kita semua, dari berbagai kalangan untuk terus peduli melindungi dan melestarikan satwa-satwa yang dilindungi di Indonesia dan dunia. Bagi penegak hukum juga tidak boleh pandang bulu, meski ada oknum sekalipun sebagai pelaku”, tegas Chik Rini kepada Acehinsight.com. [Acehinsight.com]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY