Geuchik Darul Imarah Temui DPRK Banda Aceh

717
Tokoh Masyarakat Kec. Darul Imarah bersama dengan Panitia Pembentukan Kabupaten Aceh Raya Saat Acara Silaurrahmi beberapa bulan yang lalu (Foto Dok. acehraya.co.id)

Acehraya.co.id – Salah Seorang tokoh Pemuda dan Mahasiswa Aceh Raya angkat bicara terkait beredarnya kabar bahwa geuchik-geuchik di Kecamatan Darul Imarah Melakukan Audiensi dengan DPRK Banda Aceh dalam rangka ingin bergabung keb Banda Aceh walaupun secara pasti belum diketahui, Maka kami melihat itu wajar-wajar saja. Keinginan bergabung ini sudah lama terdengar dan mulai Muncul Kembali (11/8).

Teungku Helmi Menjelaskan Bahwasanya Kecamatan Darul Imarah adalah salah satu Kecamatan dari 6 Kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Lhoong, Leupung, Lhoknga, Peukan Bada, Pulo Aceh, dan Darul Kamal yang tergabung dalam Pembentukan Kabupaten Aceh Raya sebagai Pemekaran dari Kabupaten Aceh Besar. Secara Historis Pembentukan Kabupaten Aceh Raya sudah di mulai senjak dari Tahun 1999, Sampai saat ini sudah menghabiskan Waktu kurang lebih 16 tahun Lamanya.

“Aceh Besar yang memiliki 23 Kecamatan sudah sewajarnya mencari solusi untuk kesejarhteraan Masyarakat Aceh Besar demi terwujudnya Pemerataan Pembangunan dikabupaten tersebut. Bagi saya persoalan ada pihak yang ingin menawarkan berbgai solusi terhadap Aceh kabupaten Besar adalah yang terbaik untuk Aceh besar, dan juga perlu diketahui semuanya tidak semudah membalik telapak tangan, Butuh proses dan waktu yang akan menjawab”. Ujarnya

Menurut Helmi, Hadirnya Keuchik-keuchik di Kecamatan Darul Imarah dalam pertemuan dengan anggota DPRK adalah hak mereka sebagai masyarakat menyampaikan aspirasinya. Mungkin ini karena juga terlalu lamanya menunggu Pembentukan Kabupaten Aceh Raya disahkan, yang membuat mereka ingin Bergabung Ke Banda Aceh, dan walaupun demkian komunikasi Panitia Pembentukan Kabupaten Aceh Raya dengan Masyarakat Darul Imarah masih tetap kuat terjalin sampai sekarang.

Helmi menjelaskan “ Belum berhasilnya Pembentukan Kabupaten Aceh Raya yang dimulai dari senjak Tahun 1999 dikarena beberapa sebab dan akibat, secara ringkas gagalnya dikarenakan Konflik Aceh dengan RI yang berkepanjangan, kemudian Musibah Tsunami Aceh yang sebagian besar dialami wilayah pesisir Aceh Besar yaitu Wilayah Aceh Raya dan menyitakan waktu pasca rehab rekon Tsunami sampai tahun 2009, Kemudian Perjuangan dilanjutkan kembali di tahun 2010, tetapi lagi-lagi gagal karena tidak mendapatkan Persetujuan dari DPR Aceh dan Gubernur Aceh Waktu itu, Sehingga Perjuangan Pembentukan  Aceh Raya Mengalami Kevakuman beberapa tahun”.

Lanjut Teungku Helmi “ Alhamdulillah Kini di Tahun 2016 tempatnya Tanggal 22 April 2016 dan 1 Mei 2016 DPR Aceh dan Gubernur Aceh telah merestui pembentukan Kabupaten Aceh Raya melalui Surat Keputusannya, Harapan Masyarakat Aceh Raya akan Terwujud Secepat yang kini Juga Berkas Pembentukan Kabupaten Aceh Raya sedang di proses di Pusat, Tinggal kita menunggu keputusan Presiden Melalui Kementrian dalam Negeri”

Terakhir Helmi Menegaskan, Solusi atas beredarnya kabar/isu terkait Kecamatan Darul Imarah ingin bergabung ke Kota Banda Aceh adalah dengan secepat Terbentuknya Kabupaten Aceh Raya, begitu juga yang diharapkan kecamatan lainnya. Sehingga dengan terbentukanya Kabupaten  Aceh Raya akan melahirkan Sistem pemerintahan baru yang akan dibangun dan dikelola secara bersama oleh 7 (tujuh) Kecamatan yang tergabung. Saya juga meminta kepada semua pihak mari kita berdoa dan mendukung setiap langkah yang dilakukan Panitia Pemekaran sampai saat ini terus bekerja keras demi terwujudnya Kabupaten Aceh Raya. Semoga semua Kegaduhan ini terjawab sebagaimana mestinya. Tutupnya Teungku Helmi juga sebagai Sekretaris Pecerpatan. []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY