Para Geuchik Darul Imarah Dipanggil Camat

413

Acehraya.co.id –  Camat Darul Imarah, Hasanuddin SAg menyatakan keputusan para keuchik dalam wilayhnya yang menyerahkan surat permohonan bergabung ke Banda Aceh, tanpa musyawarah dengan unsur masyarakat. Akibatnya, keputusan itu menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat.

Hasanuddin juga mengaku sudah memanggil beberapa keuchik ke kantor untuk diberikan teguran secara lisan. Sebab, kata Hasanuddin para keuchik itu telah melangggar kewenangan sebagai keuchik. Menurutnya, Darul Imarah merupakan kecamatan yang sangat potensial di Aceh Besar, sehingga sulit dilepas.

Pernyataan itu disampaikan oleh Hasanuddin dalam jumpa pers, Minggu (4/9) di Lampeunurut. Hadir dalam konferensi tersebut yaitu pimpinan dayah, anggota DPRK, tokoh masyarakat, serta empat imum mukim setempat yaitu, Mukim Daroy, Lam Ara, Lamreung, dan Ulee Susu.

Hasanuddin mengatakan, secara aturannya keuchik tidak memiliki wewenang menyerahkan wilayah ke daerah lain. Sebab tugasnya sebagai aparatur yang mengurus pemerintahan dan pembangunan gampong. Sehingga keputusan para keuchik itu merupakan tindakan yang salah. Apalagi keputusan diambil sepihak oleh keuchik, tanpa melakukan musyawarah dan konsultasi dengan camat, tokoh masyarakat, dan warga gampong. “Jadi itu hanya kepentingan para keuchik saja, bukan keinginan masyarakat,” ujar Hasanuddin kemarin.

Sementara itu, tokoh masyarakat Darul Imarah, Keuchik Ali mengatakan, keuchik harus memahami bahwa di atas keuchik masih ada mukim dan camat, sehingga segala tindakan harus dimusyawarahkan. “Saya sudah tanya ke masyarakat dan kepala dusun terkait keputusan itu, mereka semua mengaku itu tanpa musyarawah dan rapat lebih dahulu,” ujar Keuchik Ali.

Menurut beberapa tokoh masyarakat, sebelumnya Kecamatan Darul Imarah merupakan kecamatan yang sepakat akan bergabung dengan Aceh Raya, jika rencana pemekaran itu terwujud. Sehingga keputusan sejumlah keuchik yang berkeinginan bergabung ke Banda Aceh itu masih menimbulkan pro kontra di tengah-tengah masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 32 Keuchik se-Darul Imarah, Kamis (1/9) menyerahkan surat permohonan ke DPRK Banda Aceh. Surat permohonan yang diterima Ketua DPRK, Arif Fadillah dan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal itu meminta bergabung ke Banda Aceh. [si]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY