Lintas Komunitas Gelar Global March For Elephant, Tiger, Rhino and Orangutan 2016

281
Banner GMFERTO - Global March for Elephant, Rhino, Tiger and Orangutan 2016

Acehraya.co.id – Seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah, penegak hukum, LSM, komunitas, mahasiswa hingga pelajar di Aceh siap menggelar long march yang bertajuk “GMFERTO-Global March for Elephant, Rhino, Tiger and Orangutan” Pada 24 September 2016 di Banda Aceh.

Hal itu diungkapkan oleh Rivana Amelia, selaku koordinator GMFERTO Aceh mengatakan, pada tahun 2016 Banda Aceh dan Jakarta akan berpartisipasi dalam aksi GMFERT yang juga dilaksanakan di 50 kota seluruh dunia.

“Bagaimanapun masyarakat Aceh harus menunjukan bahwa ia menjadi bagian yang peduli pada kelestarian satwa-satwa yang ada di hutan mereka dan mereka memberikan suara mereka untuk meminta pihak terkait menghentikan perburuan dan perdagangan satwa”, ujar Amel kepada Acehraya.co.id.

Kota-kota di dunia yang akan mengikuti GMFERTO-Global March for Elephant, Rhino,Tiger and Orangutan

Menurut Rivana Amelia, tahun 2015 Banda Aceh merupakan kota pertama di Indonesia yang ikut dalam aksi global ini sebagai bentuk kepedulian warga kotanya karena Aceh memiliki keempat satwa ikon dunia yang juga sudah terancam punah yakni gajah, badak, harimau dan orangutan.

“GMFERT tahun 2015 telah diikuti oleh 200 orang dari 30 lembaga dan saat itu mengangkat isu pembunuhan gajah sumatera yang sedang marak terjadi. Dan tahun ini kedua kalinya kota Banda Aceh berpartisipasi dalam aksi masyarakat dunia untuk mendukung upaya penyelamatan satwa dari kepunahan”, kata Amel.

Meningkatnya permintaan pasar gelap terhadap organ tubuh satwa juga mengakibatkan perburuan besar-besaran telah dilakukan di seluruh dunia terutama yang menyasar satwa-satwa yang memiliki nilai tinggi seperti gading gajah, kulit dan tulang harimau, sisik tringgiling, cula badak dan paruh burung rangkong.

“Saat ini banyak negara di dunia termasuk Indonesia sedang melawan kejahatan satwa terutama untuk isu perburuan dan perdagangan satwa baik yang masih hidup atau bagian tubuhnya. Dan kasus wildlife crime menjadi kejahatan no 5 terbesar di dunia setelah obat terlarang, senjata, perdagangan manusia dan penyelundupan minyak”, ungkapnya.

Memberi informasi, edukasi dan mengajak masyarakat untuk mau peduli dan bersuara menjadi penting dilakukan saat ini sebagai upaya menggerakan kesadaran untuk memberikan dukungan terhadap upaya-upaya melawan perdagangan dan perburuan satwa dilindungi didunia.Aksi massa yang menarik perhatian pengambil keputusan akan berpengaruh pada upaya-upaya meningkatkan perlindungan terhadap satwa.

“Insya Allah, yang akan ikut “GMFERTO-Global March for Elephant, Rhino, Tiger and Orangutan” Pada 24 September 2016 di Banda Aceh, ada dari berbagai elemen masyarakat. Karena ini acara global, makanya kita mengajak semua orang untuk ikut peduli kepada satwa seperti gajah, badak, harimau dan orang utan”, tutup Rivana Amelia. []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY