Hillary dan Trump Saling Serang di Debat Capres AS

268
Trump menuding Clinton, selama tiga dekade sebagai ibu negara, senator dan menteri luar negeri AS, telah mendukung kebijakan pemerintah yang merugikan perekonomian. (Reuters/Adrees Latif)

Acehraya.co.id – Debat pertama Calon Presiden Amerika Serikat rampung digelar di New York, dihadiri sekitar 1.000 orang. Donald Trump dan Hillary Clinton saling serang dalam berbagai isu, mulai dari ekonomi, ISIS hingga tampang.

Dalam sektor ekonomi, Clinton menyerang Trump dengan mengatakan taipan real-estateitu salah satu aktor dalam resesi ekonomi delapan tahun lalu dengan bisnis propertinya.

“Donald Trump salah satu orang yang menyebabkan krisis, membuat ekonomi kolaps, sembilan juta orang kehilangan pekerjaan dan US$13 triliun hilang,” kata Clinton, Senin (26/9).

Trump menyerang balik dengan mengatakan bahwa Clinton selama tiga dekade sebagai ibu negara, senator dan menteri luar negeri AS, telah mendukung kebijakan pemerintah yang merugikan perekonomian.

“Selama 30 tahun kau menjalani kebijakan itu, sekarang kau ingin mengubahnya?” kata Trump.

Perdebatan yang digelar di Hofstra University di Hempstead, New York, berlangsung panas setelah kedua kandidat menyinggung berbagai kontroversi yang mewarnai jalannya kampanye mereka selama ini.

Salah satunya adalah soal keengganan Trump merilis catatan pajaknya, yang memang tidak wajib namun selalu dilakukan oleh para calon presiden sebelumnya.

Soal hal ini, Clinton memiliki beberapa asumsi.

“Mengapa dia tidak merilis catatan pajaknya? Mungkin dia tidak sekaya yang dia katakan, tidak sedermawan yang dia katakan, atau dia tidak ingin rakyat AS tahu bahwa dia tidak membayar pajak,” kata Clinton.

Serangan balik dilancarkan Trump dengan menyinggung skandal email Clinton. Saat menjabat sebagai menlu AS, Clinton menggunakan server email pribadi untuk korespondensi terkait pekerjaannya, hal ini melanggar protokol dan keamanan pemerintah.

“Saya akan merilis pajak saya jika Clinton membeberkan 30 ribu email yang dia hapus,” ujar Trump.

Warga kulit hitam dan senjata api

Perdebatan terus bergulir dan menyinggung penembakan warga kulit hitam oleh polisi dan diskriminasi kelompok minoritas di AS. Clinton mengatakan bahwa rasa percaya antara polisi dan masyarakat harus ditumbuhkan, salah satunya dengan reformasi kepolisian.

Selain itu dia mengatakan bahwa pengendalian senjata api perlu dilakukan, salah satunya dengan memperketat pemeriksaan latar belakang. Dia mengusulkan pemeriksaan latar belakang pembeli senjata termasuk dengan pemeriksaan larangan terbang.

“Jika Anda tidak boleh terbang, berarti Anda tidak bisa membeli senjata,” kata Clinton.

Trump, ujar Clinton, mendukung kebebasan pembelian senjata karena pelobi senapan berada di belakang kampanyenya. Sementara itu, Trump mengatakan bahwa politisi Demokrat seperti Clinton hanya menjadikan warga kulit hitam sebagai penangguk suara.

“Kulit hitam hanya dimanfaatkan politisi untuk mendapatkan suara, setelah pemilu mereka ditinggalkan, termasuk oleh politisi Demokrat,” ujar Trump.

Akta kelahiran Obama

Perdebatan juga terjadi seputar sikap ragu-ragu Trump soal kewarganegaraan Barack Obama saat pemilu 2009. Obama saat itu sampai mengeluarkan akta kelahiran untuk membuktikan bahwa dia warga negara AS.

Menurut Clinton, Trump saat itu telah menyebar kebohongan yang tidak berdasar. Selain itu, Trump kata Clinton, punya riwayat rasis dan dua kali digugat ke pengadilan karena hal itu.

Trump membantahnya dengan mengatakan banyak banyak warga kulit hitam yang memilihnya.

Clinton juga mengetengahkan cara untuk mengalahkan ISIS, salah satunya dengan memperkuat pertahanan di dunia siber demi mencegah radikalisasi serta mempertegas komitmen antara AS dengan negara-negara sekutu dalam menghancurkan ISIS.

Baca selengkapnya di cnnindonesia.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY