Indonesia Tampilkan Tarian Rapa’i Geleng di ICF Wuhan University 2016

187

Acehraya.co.id – Dingin nya suhu di kota Wuhan, China yang mencapai 10 derajat Celcius terkadang membuat saya betah berlama-lama di dalam rumah.

Musim gugur mungkin akan segera berganti dengan musim dingin. Ini merupakan pengalaman pertama saya merasakan empat musim dalam setahun. Untuk dua tahun ke depan saya akan menjadi mahasiswa Post Graduate jurusan Psikologi Pendidikan di Central China Normal University Provinsi Hubei. Dan biasanya di penghujung tahun seperti ini banyak event-event internasional yang dilaksanakan oleh setiap universitas di China. Dan kali ini Wuhan University menggelar event International Culture Festival 2016.

Acara ini berlangsung pada tanggal 19-20 November 2016. Sebanyak hampir 50 negara mengikuti event ini dan peserta nya adalah mahasiswa masing-masing negara yang sedang kuliah di China. Berbagai penampilan seni dan budaya akan ditampilkan dengan segala keunikan nya. Bahkan anda bisa juga menyicipi makanan dan cemilan khas masing-masing negara di tiap-tiap stand perwakilan negara.

Dalam dua hari saja anda akan merasa berkeliling dunia. Dan untuk mewakili Indonesia saya bersama teman-teman dari pulau Sumatera hingga Jawa menampilkan tarian Rapa’i Geleng Aceh. Dentuman suara Rapa’i dan gelengan para pemain pecah bersama lengkingan suara Syeh yang membacakan sholawat dan syair diatas panggung.

Di akhir pertunjukan pun gemuruh tepuk tangan dan sorakan kekaguman penonton menghiasi area panggung. Seni dan budaya Aceh memang semakin di kenal di mata dunia. Itu terbukti dengan penampilan tari Saman Aceh sebanyak tiga kali berturut-turut di beberapa universitas di China selama tiga tahun terakhir.

Kehebohan Indonesia tidak hanya sampai disitu saja. Stan Indonesia yang dipenuhi poster-poster destinasi pariwisata Indonesia menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk ber-selfie. Banyak pengunjung yang datang ke stan untuk membeli pernak-pernik khas Indonesia seperti gantungan kunci, dompet bahkan sampai mata uang rupiah.

Tarian Poco-poco pun ditampilkan di depan stand yang membuat para pengunjung semakin tertarik. Keanekaragaman seni dan budaya Indonesia adalah nilai jual yang kita miliki untuk terus memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

[CitizenReporter – Fadil-Post Graduate of Educational Pychology, Central China Normal University]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY