Tim Gabungan Pantau “Abang Kul” di Kawasan Lembah Peusangan

340
Tim gabungan sedang memantau keberadaan gajah liar dengan menggunakan drone (WWF-ID Northern Sumatra Program)

Acehraya.id – Jarum jam menunjukkan pukul 09.55 WIB, Selasa (6/12). Puluhan pria yang terdiri dari warga Desa Karang Ampar dan Desa Bergang, Tim Disbunhut Aceh Tengah, WWF Indonesia dan sejumlah media lokal sedang bersiap-siap melakukan Pelatihan Penanganan Konflik Gajah dan Manusia (KGM) sekaligus memantau keberadaan gajah liar yang berada di sekitar lembah Peusangan.

Bersama rombongan tim gabungan tersebu t, Acehinsight.com berkesempatan untuk ikut memantau keberadaan gajah liar yang selama ini berada dekat permukiman warga Desa Karang Ampar dan Desa Bergang, Kecamtan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Seperti diketahui, konflik gajah dengan manusia sepertinya tak kunjung berakhir di perbatasan Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sudah beberapa kali diupayakan menggiring kawanan satwa berbelalai panjang ini dengan bunyi mercon dan meriam karbit. Memang, kawanan “abang kul” [sebutan untuk gajah-bahasa Gayo] bergeser dan menjauh dari kawasan itu. Namun, beberapa minggu kemudian, “abang kul” itu kembali lagi.

“Kami terus memantau keberadaan gajah yang ternyata telah menyebar, tetapi masih di Kecamatan Ketol. Pemantauan secara menyeluruh juga harus dilakukan dengan melihat dari udara dengan menggunakan drone,” ujar Zulfikar Ahmad, koordinator Tim Disbunhut Aceh Tengah, Selasa (6/12/2016), saat berada di lokasi pemantauan gajah dikawasan hutan Pantan Muslimin, Kec. Ketol, Kab. Aceh Tengah.

Awalnya, penggunaan drone dalam operasi ini adalah untuk memastikan posisi kawanan gajah. Dengan diketahuinya posisi “abang kul” itu, selain dapat dihindari bentrok langsung antara anggota regu dengan kawanan gajah, juga untuk mengefektifkan proses penggiringan ke lokasi yang direncanakan, yaitu ke lembah disekitar Sungai Peusangan.

Ketika drone jenis DJI Phantom 4 yang dipiloti oleh Eka Rahmadi dan Nurdinsyah itu mengangkasa, mesin tak berawak ini mengeluarkan bunyi mirip suara kawanan lebah. Seperti dituturkan oleh Nurdinsyah, salah seorang pilot drone, kawanan gajah yang sedang dipantaunya berlarian saat drone berada tepat diatas posisi hewan dilindungi itu. Kemudian ketinggian drone diturunkan oleh Nurdinsyah, ternyata kawanan gajah berlari semakin cepat.

Baca Selengkapnya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY