Novita Riantika (Dek Ka), Barista Cantik Asal Kota Lhokseumawe

2438
Novita Riantika (Dek Ka), Barista Cantik dan Berhijab Asal Lhokseumawe. (af)

Acehraya.co.id – Dialah Novita Riantika atau akrab disapa Dek ka. Gadis cantik dan berhijab berusia 20 tahun asal Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, merupakan satu-satunya perempuan yang meramaikan lansekap kopi saring di Lhokseumawe dan Aceh, sekaligus berada di garda terdepan yang bekerja keras dan harus berhadapan langsung dengan konsumen.

Kehadiran Dek Ka sebagai Barista perempuan di Aceh, seakan mendobrak asumsi maskulinitas profesi di industri kopi sekaligus memberi warna tersendiri di pasar kopi Kota Lhokseumawe dan Aceh khususnya. 

Saat ini Novita Riantika (Dek Ka) bekerja untuk Abuwa Kupi di Jalan Samudera, Kota Lhokseumawe, Aceh.

“Awalnya mengangkat saringan kopi itu terasa berat sekali. Lengan jadi pegal. Sekarang sudah terbiasa, ya tidak berat lagi,” ujar Dek Ka, Minggu (1/1/2017).

Kini dia bisa membuat kopi hitam saring khas Aceh yang terkenal itu. “Sanger (kopi, susu dan teh) juga saya bisa buat. Kalau kopi yang lainnya seperti arabica bean itu lebih mudah membuatnya,” kata Novita Riantika (Dek Ka).

Sejak menjadi barista, Dek Ka pun gemar menikmati kopi tanpa gula, menurutnya rasanya lebih nikmat.

“Saya belajar meracik kopi tahun lalu. Awalnya saya menjadi pengatar pesanan saja. Karena tertarik dengan kopi, saya coba belajar menyaring Kopi selama lima pada Marwan, Barista senior disini (Abuwa Kupi),” ungkap Dek Ka kepada Acehraya.co.id.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi atau melihat Dek Ka mengangkat saringan kopi saring khas Aceh, silahkan mampir ke warung Abuwa Kupi sejak pagi pukul 07.00 hingga 17.00 wib.

Tak kurang 200 gelas kopi disiapkan Dek Ka setiap hari. Pelayan lainnya siap menunggu di depan Dek Ka yang mengangkat gelas untuk disajikan pada pengunjung.

Gampangkah jadi seorang Barista ? Menurutnya, Tidak selalu ! Karena Novita Riantika (Dek Ka) sangat paham bahwa perjalanan kopi sungguhlah panjang dan bukan hanya sekedar mengangkat saringan dan menampung cairan hitam itu di gelas.

“Saya tertantang untuk menjadi seorang barista disebabkan, meracik dan meramu kopi Aceh butuh ketrampilan dan seni. Sehingga nantinya didapatkan kopi yang memiliki cita rasa khas,” ujar Dek Ka dengan senyum sumringah plus lipstik merah yang menjadi ciri khas dara berlesung pipi ini.

Lalu, apa keinginan Dek Ka? “Saya ingin nabung, mau buka usaha sendiri suatu hari nanti,” katanya.

Berada di komunitas yang diisi kaum laki-laki, tak membuat Dek Ka risih. Meski sekali waktu, ada juga pengunjung yang menggodanya. “Dicuekin saja. Abaikan. Ini fokus kerja, tak ada urusan dengan rayu-rayuan segala ha-ha-ha,” katanya.

Kini, Dek Ka menggapai asa. Satu waktu, dia ingin membuka usaha sendiri. Tentu, tak jauh-jauh dari kopi. “Kopi itu sesuatu yang harum, nikmat dan menyenangkan,” ujar Dek Ka.

Bagi Novita Riantika (Dek Ka), kopi bagaikan sebuah labirin yang semakin lama semakin menarik untuk ditelusuri dan untuk itulah jangan merasa cepat puas dengan apa yang telah dicapai dan terus memupuk keinginan untuk bejalar terus. [af]