Timphan Rasa Coklat, Kuliner Anti Mainstream Dari Kota Lhokseumawe

831
Timphan Asoe Alee Barang Lhokseumawe, punya tiga varian rasa, yaitu Original Kelapa, Srikaya dan Coklat.

Kue Timphan merupakan salah satu kue basah khas Aceh yang selalu ada untuk disuguhkan di saat hari raya tiba. Biasanya kue Timphan didalamnya terdapat berbagai varian seperti parutan kelapa atau srikaya. Namun, apa jadinya kalau Kue Timphan isi didalamnya adalah coklat?

Ialah Risky Ananda Phonna (23) dan Darmawansyah (23), owner dan co owner dari Timphan Asoe Alee Barang serta dua anak muda pencetus ide membuat Timphan rasa coklat asal Gampong Meunasah Blang, Dusun Seumatang Rusep, Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Saat Acehraya.co.id, menemui Phonna dan Darma disela-sela kesibukan berjualan Timphan di depan Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe dengan menggunakan mobil, mereka mengatakan bahwa berjualan Timphan dengan cara seperti ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kuliner tradisional khas Aceh kepada masyarakat dan generasi muda khususnya yang selama ini mulai ditinggalkan.

“Awal mula kita usaha kue Timphan pada tahun 2015, hanya tersedia dua rasa, yaitu parutan kelapa dan srikaya. Namun, pada akhir desember 2016 kemarin, kita coba rasa baru yaitu Timphan rasa coklat,” ujar Phonna, Minggu (1/1/2017).

Hadirnya Timphan rasa coklat, menurut Phonna, selain telah menambah varian rasa Timphan Asoe Alee Barang menjadi tiga rasa, yaitu original kelapa, srikaya dan coklat, juga mengubah persepsi anak muda saat ini, bahwa Timphan itu merupakan makanan orang kampung.

“Alhamdulillah, saat ini Timphan Asoe Coklat diterima oleh masyarakat Aceh dan Kota Lhokseumawe khususnya. Itu terlihat dari banyaknya pelanggan anak muda yang memesan dan membeli Timphan rasa coklat dibanding dua rasa lainnya. Mungkin karena Timphan isi coklat unik rasanya,” ujar Phonna, mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Nasional Lhokseumawe ini.

Bagi Phonna dan Darma, punya cerita tersendiri ketika pertama kali memperkenalkan Timphan rasa coklat. Menurutnya sangat sulit meyakinkan masyarakat bahwa Timphan rasa coklat itu rasanya enak sama dengan rasa kelapa dan srikaya.

“Kalau dulu, kita kurang pede untuk rekomendasi kepada masyarakat agar mau beli Timphan rasa coklat. Tapi kalau sekarang, misalkan sisa jualan kita tinggal rasa kelapa dan coklat, kita berani rekomendasi untuk beli Timphan rasa coklat,” kata Phonna yang akrab disapa Bang po.

Selain itu Darmawansyah atau akrab disapa Alee Brang, co owner Timphan Asoe Alee Barang dan sahabat Phonna, merupakan orang yang selama ini membantu Phonna untuk urusan marketing, promosi dan pemesanan melalui sosmed.

“Dulu kita jualan sering pindah-pindah lapak. Tapi kalau sekarang Timphan Asoe Alee Barang bisa ditemui di depan Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe di akhir pekan, yaitu Jum’at, Sabtu dan Minggu. Kita buka mulai Ba’da ashar,” ujarnya, saat dikunjungi Acehraya.co.id.

“Untuk harganya sendiri, 1 Pcs isi 10 Timphan kita jual dengan Rp 20.000,” ungkap Darma, seraya memberikan tester Timphan isi coklat kepada Acehraya.co.id.

Bagi Darma, meski saat ini Timphan Asoe Alee Barang punya varian baru yaitu Timphan rasa coklat, ia tetap menjaga kualitas rasa. Hadirnya Timphan rasa coklat merupakan sebuah inovasi agar kuliner khas Aceh ini tidak punah tergerus waktu oleh kuliner-kuliner dari luar. Karena menurutnya melestarikan cita rasa yang sudah diwariskan merupakan cara terbaik.

“Soal kualitas rasa Timphan yang khas Aceh tetap kita pertahankan. Hadirnya rasa coklat, awalnya hanya mengikuti rasa kekinian yang disukai anak-anak muda saat ini. Eh, ga taunya malah Timphan rasa coklat yang ramai peminat, mulai dari kalangan tua sampai anak-anak,” kata Darma, Mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur UNIMAL Lhokseumawe ini.

Menurut Darma, antusiasme masyarakat ingin mencicipi Timphan rasa coklat ini sangat tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya pemesanan yang datang dari luar kota Lhokseumawe, khusus untuk Timphan rasa coklat.

“Untuk orderan Timphan, selain datang dari kota Lhokseumawe, pemesanan juga datang dari Kota Banda Aceh, Langsa, Meulaboh dan beberapa Kabupaten lain di Aceh. Bahkan untuk Timphan rasa coklat sendiri, kita pernah mengirim sampai ke Medan, Padang dan Jakarta,” ucapnya.

Walaupun usahanya masih tergolong baru, Phonna dan Darma berharap, Timphan rasa coklat melalui usaha Timphan Asoe Alee Barang ini, dapat menjadi sebuah kuliner khas atau buah tangan dari Kota Lhokseumawe. Karena menurut mereka, selama ini belum punya kuliner khas yang dapat dibawa pulang seperti kota/kabupaten lainnya di Aceh.

“Semoga suatu saat, timphan rasa coklat ini dapat menjadi oleh-oleh khas kota Lhokseumawe. Jadi kalau Di Meureudu, Pidie Jaya, ada Adee Kak Nah, Pisang Salee khas Kabupaten Aceh Timur atau Bika Ambon khas kota Medan, maka di Kota Lhokseumawe ada Timphan Asoe Coklat Alee Barang,” kata dua anak muda asal Kota Lhokseumawe ini.

Jika Anda penasaran dengan rasa kuliner Timphan Asoe Alee Barang, khususnya Timphan rasa coklat silahkan mampir di depan Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe setiap Jum’at dan akhir pekan buka mulai pukul 16.30 – 18.00 WIB. Untuk pemesanan luar kota, silahkan Order melalui IG @timphan_asoe atau Contact Person : 085222964863 (Darma Alee Brang). []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY