Angkat Atraksi Budaya Dan Alam, Festival Pulo Aceh 2017 Siap Digelar

114
Festival Pulo Aceh

Acehraya.co.id – Pulo Aceh yang berada di wilayah administratif Kabupaten Aceh Besar, kerap dikenal sebagai permata yang belum tersentuh, meskipun demikian ada banyak potensi yang bisa diangkat lewat atraksi wisata dengan memadukan keunikan alam dan pesona budaya masyarakat setempat.

Untuk mengenalkan gugusan kepulauan yang indah ini secara nasional, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menghelat agenda Festival Pulo Aceh 2017 yang bekerja sama dengan BPKS Sabang, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Aceh Besar serta Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi, menyebutkan kegiatan perdana yang akan berlangsung di dua gugusan pulau ini mengangkat tema “Explorasi Destinasi Pulo Aceh” mulai 22-23 Juli mendatang di Pulo Nasi dan Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar.

“Agenda dalam festival ini kita rancang sebagai bentuk antusiasme dan kepedulian terhadap pemeliharaan alam dan budaya setempat. Beberapa komunitas juga akan ikut serta dalam festival tahunan tersebut, seperti Yayasan Lamjabat, Sahabat Laut dan IPPELMAPA,” sebutnya, Minggu (9/7/2017).

Untuk mengviralkan kegiatan tersebut, tambah Reza, sejumlah komunitas media sosial juga dilibatkan untuk mengenalkan #PesonaPuloAceh ke dunia maya, selain itu beberapa komunitas hobi seperti sepeda, diving, memancing, foto dan lainnya juga akan hadir untuk mensukseskan Festival Pulo Aceh 2017.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani juga menyebutkan, pelbagai agenda untuk meriahkan kegiatan ini telah disiapkan.

“Beberapa agenda acara akan mewarnai Festival Pulo Aceh 2017 meliputi pemutaran film, pentas seni dan budaya, Pulo Aceh Photo Hunting, kegiatan camping, permainan rakyat “Ceria Bersama Anak Pulo”, fun bike, Jet Ski & Fun Dive, paramotor show, lomba mancing, pameran/bazaar, sosialisasi Sapta Pesona, aksi bersih pantai dan penanaman pohon,” jelasnya.

Penyelenggaraan Festival Pulo Aceh 2017, menurut Rahmadhani tidak hanya untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi kekayaan alam dan budaya Pulo Aceh, tapi juga membuka keterisolasian daerah dari berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

“Tujuan kegiatan festival ini tidak hanya sekedar promosikan potensi pariwisata kepada pengunjung atau wisatawan, namun juga membangun semangat masyarakat lokal untuk memiliki jiwa wirausaha “entrepreneurship” dan ramah “hospitality” sebagai tuan rumah yang baik dalam menyambut dan melayani wisatawan,” sambungnya.

Terlaksananya kegiatan tersebut, kata Rahmadhani, juga sebagai ekses membuka keterisolasian daerah dari berbagai keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pariwisata serta mendukung percepatan Pulo Aceh sebagai destinasi wisata bahari dengan berbagai keunggulan dan keunikan alam dan budayanya. []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY