AGF dan WWF Saweu Sikula Untuk Kenalkan Energi Terbarukan

115
Para siswa dan guru SMA Negeri 2 Seulimuem, Lamteuba, Aceh Besar, ikut sosialisasikan pengetahuan dan pemahaman tentang energi terbarukan seperti panas bumi (geothermal) yang dilaksanakan oleh Aceh Geothermal Forum (AGF) bersama World Wildlife Fund (WWF) Indonesia Northern Sumatra Program. [Nanda Mariska/Acehinsight.com]

Acehraya.co.id – Aceh Geothermal Forum (AGF) bersama World Wildlife Fund (WWF) Indonesia Northern Sumatra Program, Selasa (29/08/2017), berkunjung ke SMA Negeri 2 Seulimuem, Lamteuba untuk mensosialisasikan pengetahuan dan pemahaman tentang energi terbarukan seperti panas bumi (geothermal).

Sosiallisasi yang bertema “Energi Terbarukan Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik” merupakan serangkaian program Saweu Sikula (berkunjung ke sekolah) hasil inisiatif Aceh Geothermal Forum (AGF) untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelajar tentang energi panas bumi (geothermal), arti pentingnya panas bumi sebagai sumber energi terbarukan (berkelanjutan) serta mengajak pelajar untuk ikut peduli lingkungan dan satwa liar seperti harimau.

“Kita melihat energi terbarukan belum banyak berkembang di Aceh karena keterbatasan informasi, sehingga dibutuhkan informasi yang lebih baik dan mendalam kepada para pelajar dan masyarakat disekitar kawasan yang memiliki energi panas bumi seperti Gunung Seulawah di Aceh Besar,” ujar Nanda Mariska, Konsultan Geothermal WWF Indonesia Northern Sumatra Program.

Untuk memperluas jangkauan pemahaman akan pentingnya pengembangan energi berkelanjutan, lanjut Nanda, maka sosialisasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Penyadartahuan bagi pelajar menjadi faktor penting karena mereka adalah generasi masa depan bangsa yang harus mengetahui dan memahami pentingnya kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan energi berkelanjutan.

“Para pelajar harus paham apa sebenarnya energi panas bumi, bagaimana pengelolaannya dan tentunya apa sebenarnya manfaat dari energi panas bumi. Dengan bertambahnya pengetahuan tentang energi panas bumi, diharapkan para pelajar mulai tergerak hati dan pikiran untuk memperhatikan potensi energi panas bumi di Provinsi Aceh, terutama disekitar tempat tinggal (Aceh Besar),” kata Nanda.

Kawasan Gunung Seulawah di Aceh Besar, memiliki potensi energi panas bumi untuk listrik yang cukup besar. Menurut data yang ada listrik yang dapat dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga panas bumi Seulawah sekitar 90 MW atau bisa mengaliri kebutuhan listrik pada 96.231 rumah tangga dengan daya 1.300 watt.

“Adanya cadangan listrik ini tentu dapat merangsang para pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan berkembang, serta dapat memutarkan roda perekonomian di Provinsi Aceh pada umumnya,” ungkap Nanda.

Menurut Nanda, rencana pengembangan panas bumi seulawah tentunya menjadi salah satu berita baik untuk mendukung program pemanfaatan energi berkelanjutan Indonesia. “Tantangan utama pengembangan panas bumi adalah pada nilai-nilai keberlanjutan lingkungan serta menjaga nilai-nilai budaya masyarakat yang berada di sekitar lokasi,” ujar Nanda Mariska.

Selama itu, kata Nanda, penerapan energi terbarukan masih terkendala kebiasaan serta pemahaman masyarakat yang masih sudah sangat tergantung dengan energi fosil. Kampanye penyadaran untuk membuka pemahaman masyarakat sangat diperlukan, agar generasi kini dan yang akan datang dapat lebih terbuka dan memahami pentingnya energi terbarukan.

“Masyarakat kita mungkin tidak terbiasa dan belum tahu, sehingga generasi muda harus dilibatkan untuk menimbulkan awareness bahwa energi yang kita pakai saat ini harus dicari solusi penggantinya,” imbuhnya.

Terakhir Nanda Mariska mengharapkan kepada semua pihak untuk secepatnya mengembangkan energi Geothermal di Aceh dan khususnya di Seulawah Agam. “Dengan adanya energi Geothermal di Seulawah Agam, maka masyarakat sekitar juga akan berdaya secara ekonomi dan sosial. Meskipun pada akhirnya, menjaga kelestarian ekosistem Seulawah tetap yang paling utama,” tutup Nanda Mariska. [Acehinsight.com] 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY