Pantau Kejahatan Lingkungan, FDKP Adakan Training Bagi CSO di Lhokseumawe

277

Acehraya.co.id – FDKP mengadakan training pemantauan kejahatan lingkungan bagi Civil Society Organization (CSO) di wilayah DAS Peusangan, Jambo Aye dan Tamiang pada 28-29 September 2017 yang lalu di Hotel Rajawali, Lhokseumawe.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong bersama pemantauan kejahatan lingkungan atau Fighting Environmental Crime di lanskap PJT,” Ujar Firman Hadi dalam pembukaan acaranya.

Ia menambahkan bahwa ini merupakan program Shared Resource Joint Solution (SRJS) dari tiga lembaga yaitu WWF, FDKP dan BSUIA yang juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas CSO yang concernterhadap lingkungan.

“Kita sering melihat kejahatan, namun mungkin tidak mengenal adanya  kejahatan lingkungan di sekitar kita,” Kata Kamarudzaman, S. Hut.

Bentuk-bentuk kejahatan lingkungan, lanjut Kamarudzaman, seperti perbuatan yang menyebabkan pencemaran lingkungan hidup, pengggunaan B3, membuang limbah B3 ke media lingkungan hidup, pembukaan lahan dengan membakar, perambahan hutan, penebangan liar, pertambangan liar dan perburuan terhadap satwa liar yang dilindungi. Hal ini diatur dalam pasal 68 UU Nomor 32 tahun 2009.

Menurutnya, kita harus temukan solusi yang terbaik untuk lingkungan kita. Kita semua harus bersinergi. Masyarakat dapat melakukan pemantauan dan melapor kepada BKSDA dan Balai Penegak Hukum.

Hal senada disampaikan oleh Rahmat, SH. dari Balai konservasi SDA Aceh, masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung tugas pemerintah pusat dan Pemda dalam melakukan pengawasan seperti melalui mekanisme pengaduan. Selain itu, masyarakat dapat mengajukan gugatan administrasi. [daspeusangan.org]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY