Sepasang Gajah Mati di Rantau Peureulak, Tim Iden Polres Aceh Timur Lakukan Identifikasi

94
Foto : Tim Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur

*Tersetrum Pagar Listrik

Acehraya.co.id, Aceh Timur – Dua ekor gajah dewasa ditemukan mati di areal perkebunan warga di kawasan Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Minggu (15/10) pagi.

Informasi diperoleh Serambi, dua bangkai gajah itu ditemukan warga sekitar 200 meter dari lokasi perumahan warga di Dusun Sumedang Jaya, Gampong Seumanah Jaya. Kedua bangkai gajah itu diketahui berjenis kelamin jantan dan betina. Pada bangkai gajah jantan terlihat masih memiliki gading sepanjang 20 Cm.

Dugaan awal, penyebab matinya sepasang gajah ini mati karena tersetrum jerat berupa kawat listrik yang memagari sekeliling kebun untuk menghindari gangguan hama. “Kawat listrik ini dipasang untuk mengantisipasi hama babi. Bukan untuk membunuh gajah, dan petani tidak berniat mencelakai gajah,” ungkap Syafrizal Komeng, petani setempat.

Meski mengatakan warga di daerah ini tidak bermaksud membunuh gajah, namun diakuinya gangguan gajah membuat resah petani/pekebun yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan perkebunan.

“Konflik gajah dengan manusia di daerah ini telah belangsung lama. Hampir setiap bulan,l puluhan gajah masuk ke perkebunan warga di kawasan ini,” ungkap Komeng.

Mewakili petani di daerah ini, ia mendesak Pemkab Aceh Timur dan BKSDA Aceh lebih serius menanggulangi konflik gajah ini, dengan membangun pos pemantauan gajah di areal yang sering didatangi gajah. “Petani tidak mau bermasalah hukum gara-gara gajah. Karena itu pemerintah kami minta segera bertindak mengatasinya. Jika pemerintah diam, maka konflik akan terus berlanjut,” ungkap Komeng.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan timnya yang terdiri dari kepala BKSDA Resor Langsa, bersama anggota Polhut, dibantu LSM FKL, dan WCS, telah berada di lokasi penemuan gajah mati tersebut. “Sore ini (Minggu-red) kami akan membuat laporan ke polisi,” ungkap Sapto.

Namun sebelumnya, ia juga akan mengotopsi bangkai sepasang gajah itu untuk melengkapi laporan polisi. Pejabat BKSDA ini langsung terjun ke lokasi saat mengetahui ada gajah yang mati. Padahal sebelumnya, warga sudah berkali-kali meminta ia dan timnya turun ke lokasi lebih awal saat gangguan gajah mulai meningkat, untuk mengantisipasinya.

Tim Iden Polres Aceh Timur Bersama BKSDA Aceh Identifikasi Kematian Gajah Di Ranto Peureulak

Tim Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur bersama Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Aceh, pada Senin (16/10) pagi melakukan identifikasi dengan mengambil example (contoh) darah, hati, usus dan kotoran.

Tim Iden Polres Aceh Timur yang terdiri dari Kanit Iden BrigadirMirza Alvaro dan anggota Iden Bripda Trio Kapisa dan dokter dari BKSDA Aceh yang terdiri dari drh. Rika Marwati, drh. Ridwan dibantu Nurdin serta Wadi melakukan pembedahan gajah yang mati di perkebunan warga Dusun Semedang/HTI, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak ini disaksikan oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Parmohonan Harahap, Kepala Resort Azharuddin dan dari Polhut Suparman.

Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap mengatakan gajah jantan tersebut mati diperkirakan sudah sekitar 1 (satu) hari yang lalu.

Dijelaskannya, tahap pertama yang dilakukan oleh Tim Iden Polres dan Tim BKSDA Aceh adalah menyisir dalam radius 100 meter dari lokasi gajah yang mati tersebut. Hal ini untuk mengetahui apakah ada benda-benda yang mencurigakan.

Foto : Tim Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur

Tahap kedua adalah mengambil contoh darah dan kotoran gajah tersebut dan terakhir adalah melakukan pembedahan.

Pembedahan ini kata Kasat Reskrim dilakukan oleh dokter dari BKSDA yang terdiri dari, dr. Ridwan dan dr. Rika Marwati. Tujuan pembedahan kedua satwa yang dilindungi ini adalah untuk diambil hati, jantung, usus, limpa, lidah dan cairan usus dari gajah tersebut yang selanjutnya akan dibawa ke lab.

Untuk hasil lab itu sendiri, sekitar satu bulan ke depan baru bisa diketahui secara pasti apa penyebab kematian satwa yang dilindungi tersebut.

Setelah proses pembedahan berakhir baru kemudian pengambilan gading yang nantinya  akan dibawa ke kantor BKSDA Aceh dengan terlebih dahulu dilakukan penandatanagan Berita Acara serah terima dari pihak Polres Aceh Timur ke BKSDA Aceh. Terang Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Parmohonan Harahap. [si/tpat]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY