Rencana Layanan Perbankan Full Syariah di Aceh Perlu Dikaji Lagi

65
IST

Acehraya.co.id – Rencana Pemerintah Provinsi Aceh menutup layanan perbankan dan keuangan konvensional menyusul akan disahkannya Qanun atau Peraturan Daerah (Perda) tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh, perlu dikaji secara mendalam.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Anwar Bashori menekankan rencana penerapan konsep keuangan syariah secara penuh di Aceh harus dibahas di tingkat nasional.

“Menurut saya perlu kajian. Di Aceh penerapan kehidupan sosial syariah sudah diterapkan. Tapi, mengenai bisnis perbankan dan sistem pembayaran tidak bisa (langsung diterapkan), karena mungkin ada beberapa transaksi tertentu yang terkait pada regulasi perbankan. Nanti pasti ada alignment-nya,” ujar Anwar saat dihubungi, kemarin.

Sistem keuangan syariah, lanjutnya, tidak mungkin bisa diterapkan seluruhnya. Pada ekonomi syariah ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, sehingga tidak hanya melihat aspek riba dan bagi hasilnya semata. Tambahkan lagi pembiayaan di Aceh pun tidak hanya berasal dari perbankan.

“Ekonomi di Aceh juga ada dari pasar modal, sukuk pemerintah untuk bangun infrastruktur, bantuan pemerintah pusat, utang luar negeri. Apakah yang dimaksud mereka dengan LKS itu merujuk perbankan atau seluruh aspek pembiayaan? Jangan terlalu sempit mengartikan. Harus diidentifikasi. Perbankan baru 5% porsinya,” ungkapnya.

Wacana penutupan bank konvensional itu dilontarkan Ketua Komisi A DPR Aceh Abdullah Saleh. “Saat ini sudah ada unit-unit bank syariah, jadi tidak berat. Setelah qanun nanti disahkan, bank konvensional ditutup, tinggal bank syariah itu saja,” kata Abdullah Saleh sebagaimana dikutip Antara di Meulaboh, Senin (20/11).

Masih Menunggu

Presiden Direktur BRI Syariah, Hadi Santoso mengatakan telah membaca aturan tersebut. Namun, pihaknya menunggu kajian dan keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Soal menambah unit, tentu kalau memungkinkan pengembangan, kami kembangkan. Tapi, kami juga menunggu bagaimana induk, karena kalau yang kami tahu seolah-olah bank konvensional akan ditutup. Adapun BRI Syariah itu induknya konvensional.

Logika aturan itu, berarti BRI di sana bisa dimanfaatkan. Tapi kembali lagi, nanti aturannya seperti apa,” ujarnya.

Sekretaris Perusahaan Bank BRI Hari Siaga mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu jika wacana itu jadi diterapkan. Namun, BRI yakin ketentuan itu langsung diterapkan tanpa masa transisi. “Tidak mungkin secara sekaligus diterapkan. Perlu ada transisi, sosialisasi , dan bisa pergantian dari konvensional ke syariah.

Tahapan kami belum tahu. Saya kira tunggu saja regulasi resmi dari pemerintah,” ujar Hari. Direktur Bank BCA Santoso Liem mengatakan juga menunggu arahan regulator. “Nanti OJK yang akan berikan arahan dan kami akan ikuti. Artinya kalau layanan diminta oleh pemerintah untuk mengalihkan, kami akan ikuti dan untuk layani masyarakat di Aceh dengan membuka juga bank syariah. Sejauh ini kami belum diajak bicara,” ujar Santoso. [mediaindonesia]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY