Seni Mop Mop Kembali Dikupas di Kampus-Kampus Aceh

31

Acehraya.co.id – Mop Mop adalah, sebuah seni yang di dalamnya tergabung beberapa jenis seni lainnya seperti seni musik, tarian, tutur dan teater, yang kali ini kembali dikaji dalam seminar dan workshop yang diadakan oleh mahasiswa ISBI Aceh, program study Teater.

Acara yang diberi tajuk “Proses Kreatifitas Sebuah Karya” itu sudah berlangsung tiga hari yang lalu di kampus A ISBI Aceh, Jantho. Pada hari Jum’at, tanggal 17 November 2017, dimana Nyakman Lamjamee sebagai pemateri di seminar tersebut.

Workshop yang dihadiri oleh mahasiswa Seni Teater dan beberapa dosen ini berjalan sangat alot dengan menghadirkan praktisi kesenian mop-mop, yaitu Mansur Muhammad Alamshah atau yang dikenal dengan Nyakman Lamjamee. Ia merupakan pimpinan Meurak Jeumpa Institute.

Disela acara tersebut Nyakman Lamjame menuturkan bahwa perjalanan kesenian mop-mop ini sendiri bisa dikatakan sangatlah pahit karena kurangnya regenerasi dari masyarakat luas dan juga kurangnya literatur tentang kesenian mop-mop itu sendiri, yang kemudian membuat penelitian banyak praktisi menjadi kurang maksimal.

Alumni Teknik Sipil Universitas Malikussaleh ini menaruh harapan yang besar kepada mahasiswa Seni Teater ISBI Aceh dan masyarakat luas untuk tetap menggali, mendalami dan melestarikan  kesenian mop-mop yang bisa dikatakan hampir punah ini.

Selain Nyakman, juga hadir sebagai pemateri Alumni Pasca-Sarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Rasyidin, M.Sn. yang meneliti tentang kehadiran mop-mop di Aceh hingga menjadikannya sebagai tulisan untuk menyelesaikan pendidikannya di Instansi tersebut.

Koordinator Program Studi Seni Teater ISBI Aceh, Susandro, M.Sn juga mengatakan bahwa betapa pentingnya kesenian mop-mop yang merupakan salah satu bentuk teater rakyat di Aceh ini untuk dilestarikan. Untuk itu sebagai mahasiswa seni teater yang notabenenya adalah akademisi di bidang kesenian harus menjadikannya sebagai sebuah tantangan untuk mengkaji ulang dan menelusuri kesenian mop-mop ini dari akar hingga tuntas, agar kesenian ini tetap eksis di masyarakat Aceh maupun di tingkat nasional sendiri.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, seni Mop Mop di Aceh kembali dibangkitkan dari mati surinya itu oleh Nyakman Lamjamee. Sejak delapan tahun yang lalu seni Mop Mop dari di Cot Usi, Paloh Raya, Krueng Manee tersebut semakin mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat Aceh.

Pemilik Meurak Jeumpa Institut itu mengatakan, bahwa sekarang ini dirinya juga tengah membantu mahasiswa jurusan komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) untuk menjadi narasumber dalam lanjutan riset film dokumenter tentang Mop Mop yang menjadi tugas akhir dari satu tim mahasiswa yang berjumlah sembilan orang tersebut.

“Insyaallah, tanggal 25 bulan ini, mahasiswa Unimal dan mahasiswa ISBI Aceh akan kembali berkunjung ke rumah”, kata Nyakman. Seperti yang diketahui bahwa Rrmah milik orang tua dari Nyakman di Paloh Raya, Krueng Manee, menjadi tempat Meurak Jeumpa Institut berkiprah.

Workshop kesenian mop-mop yang dimulai dari pukul 08.30 WIB ini ditutup dengan acara nonton bareng dan praktek berkesenian mop-mop dengan praktisi yang sudah sangat handal dalam bidangnya. (Syukri Isa Buka Teubai & Shahibullah RN). (acehmediart)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY