WWF dan ACEHSATU.com Adakan Pelatihan Jurnalisme Warga

34
Pelatihan Jurnalisme Warga antara WWF Indonesia dan Acehsatu.com

Acehraya.co.id, Banda Aceh – World Wide Fund for Nature (WWF) North Sumatera melalui Program Shares Resource Joint Solution (SRJS) bekerja sama dengan ACEHSATU.com mengadakan pelatihan jurnalisme warga bagi masyarakat lansekap Peusangan, Jambo Aye dan Aceh Tamiang, di Hotel Kriyad Muraya Banda Aceh, Rabu (5/9/2018).

Pimpinan Redaksi ACEHSATU.com, Mustakim mengatakan, program SRJS ini kerja sama Portal Berita Online ACEHSATU.com dengan WWF Indonesia.

Mustakim menambahkan, sampai saat ini program pelatihan ini secara efektif telah membantu untuk penyampaian pelaporan warga terhadap kasus-kasus kehutanan seperti kebakaran hutan dan lahan, bencana alam, konflik satwa manusia, perburuan, illegal logging dan masalah konflik lahan di masyarakat.

Sedangkan dalam konteks Aceh saat ini,  masalah kehutanan yang dihadapai saat ini adalah meningkatnya konflik satwa dan manusia.

Selain itu persoalan perburuan, kebakaran hutan dan lahan dan kejahatan kehutanan lainnya kerap terjadi dan tidak terlaporkan untuk pencegahan.

Untuk itu perlu penanganan serius kasus ini dengan cara lain yang lebih baik dan efektif dan juga agar pelaporan kasus lebih cepat.

Sehingga kasus ini lebih banyak diketahui oleh pihak luar dan harapannya segera cepat ditindak lanjuti oleh pihak terkait.

Sangat penting adanya mekanisme pelaporan melalui metode Citizen Journalism karena efektif dan juga agar pelaporan kasus lebih cepat.

Sehingga berbagai kasus lingkungan lebih banyak diketahui oleh pihak luar dan harapannya segera cepat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

“Sangat penting adanya mekanisme pelaporan melalui metode Citizen Journalism untuk membantu warga mengakses informasi,” katanya.

Seperti diketahui, Citizen journalism adalah fenomena di dunia jurnalisme ketika teknologi informasi berkembang pesat dan jauh dari perkiraan para praktisi komunikasi maupun para jurnalis media arus utama.

Sejumlah media arus utama di Indonesia menarik banyak manfaat dari citizen journalism karena mendapatkan berita gratis.

Media arus utama menerjemahkan citizen journalism ke dalam bahasa Indonesia menjadi jurnalisme warga.

Model citizen journalism ini, pernah dikembangkan WWF Indonesia di Aceh dan beberapa daerah lainnya untuk meningkatkan peran serta kelompok masyarakat yang rentan terkena dampak dari kerusakan lingkungan dan kehutanan dan konflik satwa di berbagai daerah.

Sehingga warga turut aktif memantau masalah-masalah lingkungan hidup di sekitar mereka.

Sebelumnya, WWF juga telah menggandeng Tempo Media untuk mengelola laporan jurnalisme warga dari berbagai daerah termasuk Aceh.

Khusus untuk Program SRJS yang wilayah kerjanya mencakup lansekap Peusangan, Jambo Aye, dan Tamiang, ACEHSATU.com sebagai portal berita di Aceh dipercayakan untuk mengelola laporan jurnalisme warga untuk dapat dipublikasikan dan diteruskan kepada pihak berwenang.

Untuk diketahui, SRJS dalam perjalanan programnya telah meningkatkan kapasitas CSO, CBO dan kelompok masyarakat rentan lainnya seperti perempuan untuk memahami isu-isu terkait perubahan iklim dan isu-isu lingkungan hidup lainnya.

Harapannya, mereka bisa berperan melakukan advokasi di tingkat lokal dan meningkatkan pengawasan.

Salah satu alat yang bisa dipakai untuk mengukur efektivitas sejauh mana peran-peran advokasi dan pemantauan telah tumbuh di CSO dan CBO adalah dengan membangun sistem pelaporan berbasis jurnalisme warga yang akan dilakukan dari wilayah mereka masing-masing.

Selanjutnya, Mustakim menambahkan, hadirnya media massa dengan inovasi teknologi yang semakin cangih ini memberikan pesan secara terus menerus melalui pemberitaan pada media ACEHSATU.com.

ACEHSATU.com adalah hadir sebagai media yang menjadi penyeimbang arus informasi masyarakat bawah yang termarjinalkan dalam menerima dan memberikan informasi di Aceh. [Mustakim/acehsatu.com]